Mataram, 8 Oktober 2025 — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kembali menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir dengan menyalurkan 7.000 bibit mangrove di kawasan Ring-1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2×50 MW), di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Penyaluran bibit mangrove ini merupakan bagian dari upaya PLN UIP Nusra memulihkan hutan mangrove sekaligus merespons aspirasi warga setempat yang ingin menghidupkan kembali ekowisata bahari Hutan Mangrove Dusun Purwakarya sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis lingkungan.
Kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir ini melibatkan kolaborasi antara PLN UIP Nusra, perangkat desa, kelompok kerja (pokja) wisata Purwakarya, serta masyarakat Padak Guar yang secara aktif berpartisipasi dalam penanaman bibit mangrove.
Selain distribusi bibit, PLN UIP Nusra juga memberikan bantuan rehabilitasi jalur tracking dan perawatan kawasan mangrove sebagai langkah berkelanjutan menjaga kelestarian ekosistem pesisir Sambelia agar tetap produktif dan seimbang.
Menurut Kepala Desa Padak Guar, Tarmizi, masyarakat sangat menyambut baik dukungan PLN. “Terima kasih kepada PLN atas bantuan pemulihan dan pengaktifan kembali ekowisata hutan mangrove Padak Guar. Warga sudah lama menantikan dukungan seperti ini agar lingkungan tetap terjaga dan potensi ekonomi lokal terbuka,” ujarnya.
Bantuan rehabilitasi mangrove di Padak Guar ini adalah tahap pertama dari program yang telah direncanakan PLN UIP Nusra. Tahap kedua akan dilaksanakan dengan penanaman bersama bibit mangrove yang dijadwalkan pada November 2025.
General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-14, yaitu menjaga ekosistem laut dan pesisir. Ia menambahkan bahwa PLN memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap lingkungan sekitar area pembangkit, termasuk PLTU Lombok FTP-2 Sambelia.
Rizki berharap penanaman bibit mangrove ini tidak hanya menjaga kawasan pesisir Desa Padak Guar, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan wisata mangrove sebagai sumber penghidupan alternatif masyarakat sekitar. “Harapannya kawasan mangrove Desa Padak Guar kembali menjadi destinasi ekowisata yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya. (adabnews).




Berita Terkait
Jelang Natal, Ribuan Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Lewoleba
Kiper Utama Absen, Persebata Tetap Optimistis Hadapi Gresik United
Plan Indonesia Gelar Bazar Pendidikan di 79 Desa Dampingan Lembata
Kajari Lembata Soroti Dominasi Kasus Lakalantas dan Persetubuhan Anak Sepanjang 2025
Karhutla Tak Tertangani, FPRB Lembata Serukan Damkar Jadi OPD
Implementasi ESG Berkelanjutan, PLN UIP Nusra Sabet Dua Penghargaan Platinum di Indonesia Green Awards 2026
Forum Peduli Persebata Buka Donasi, Hari Ketiga Dana Masuk Capai Rp17,9 Juta untuk Kebutuhan Mendesak Tim
Pelatih Persebata Soroti Ketidakadilan Wasit Jelang Laga Hidup Mati Kontra Gresik United
Forum Peduli Persebata Laporkan Pengumpulan Donasi, Total Terkumpul Rp25,9 Juta
PLN UIP Nusra Berdayakan Perempuan Pesisir Lifuleo Melalui Program Desa Eco-Bahari