Lembata — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lembata terus berupaya membenahi sistem pelayanan air minum di tengah keterbatasan keuangan dan tantangan teknis yang dihadapi.
Hal ini disampaikan Direktur PDAM Kabupaten Lembata, Lambertus Ola Hara, ST, dalam dokumen resmi perusahaan yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan daerah.
Salinan surat resmi itu diterima Media ini, Selasa (16/12/2025) dari Humas PDAM Lembata.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan, persoalan utama yang masih dihadapi PDAM Lembata adalah keterbatasan infrastruktur jaringan dan kualitas air, terutama kekeruhan air di sejumlah wilayah pelayanan.
Pemerintah daerah disebut telah lama mengetahui persoalan ini, namun beban utang PEN menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan usulan pembangunan sistem air minum secara menyeluruh.
Manajemen PDAM Lembata sebelumnya telah beberapa kali mengajukan usulan kepada Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Timur. Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena sejumlah persyaratan belum terpenuhi, di antaranya kesiapan lahan dan Engineering Detail Design (DED).
Meski demikian, PDAM Lembata mencatat adanya perbaikan kinerja keuangan. Berdasarkan hasil evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi NTT dan Kantor Akuntan Publik, kondisi keuangan perusahaan menunjukkan tren positif pada tahun 2024.
Return on Asset (ROA) PDAM Lembata meningkat dari -0,98 persen pada tahun 2023 menjadi +1,32 persen pada tahun 2024. Meski masih berada di bawah standar 3,00 persen sebagaimana diatur dalam Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999, capaian ini dinilai telah keluar dari zona kebangkrutan. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tahun 2024 tercatat sebesar +1,36 persen, menunjukkan tren kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2021 dan 2022 yang masing-masing berada pada -9,25 persen dan -8,73 persen.
Dari sisi efisiensi operasional, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga mengalami perbaikan. Pada tahun 2024, rasio BOPO tercatat 97,11 persen, turun dibandingkan 126 persen pada tahun 2022 dan 102,82 persen pada tahun 2023.
Seiring membaiknya kondisi keuangan, PDAM Lembata merencanakan pembenahan jaringan air minum secara mandiri dan bertahap, yang akan dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) mulai tahun buku 2026. Pembenahan ini mencakup penataan jaringan agar memungkinkan pengaliran air selama 24 jam di zona-zona tertentu, sebagaimana rekomendasi BPKP.
Untuk mengatasi persoalan kekeruhan air, PDAM Lembata telah melakukan langkah pendanaan mandiri dengan membangun bak penampung di sejumlah titik broncaptering. Proses penyaringan dilakukan secara alami dengan memanfaatkan material alam.
Upaya ini disebut sebagai langkah jangka menengah, sementara tujuan akhir tetap mengacu pada pemenuhan standar kualitas air minum sesuai Permenkes Nomor 492/PER/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Direktur PDAM Lembata menegaskan, keberhasilan pembenahan sistem air minum membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap sinergi antara PDAM, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur air minum serta mendorong PDAM Lembata naik kelas menjadi perusahaan daerah yang sehat dan berkelanjutan.
"Atas nama manajemen PDAM kabupaten Lembata saya memohon maaf atas terganggunya pelayanan air minum bagi pelanggan. Kami akan terus berbenah menuju trend positif baik dari aspek pelayanan maupun kinerja perusahaan," ujar Olahara.
Sementara itu, Kasie Humas PDAM Lembata, Edmon Amuntoda menjelaskan, hingga saat ini PDAM Lembata melayani 6610 pelanggan yang tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Nubatukan dan Ile Ape.(Adabnewsteam).




Berita Terkait
14 Desa Pesisir Lembata Siap Jadi Pilot Project Ekonomi Biru
LSM Barakat Soroti Ketidaksinkronan Naskah Akademik dan Draft Perda Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut NTT
Pemkab Lembata Susun Ranperda Renkon Kekeringan 2026–2028
Hidup Bersama Air yang Datang Seminggu Dua Kali: Perjuangan Desa Leuwayan Mengalirkan Asa dari Mata Air Weirawe
Krisis Air dan Pakan Hantui Peternakan di Lembata, Barakat & Akademisi Siapkan Solusi
CENDANA TERTEBANG PLN LEMBATA
Gunung Ili Lewotolok Meletus 453 Kali dalam Sehari, Status Tetap Waspada
PLN UIP Nusra dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Perkuat Sinergi Pengembangan PLTP Ulumbu untuk Wujudkan Swasembada Energi Flores
Angin Kencang di Lamadale, Rumah Warga Rusak Berat Tertimpa Pohon