LEMBATA, 19 Juni 2026 – Usai perayaan Misa Syukur yang digelar Bank Sampah Cahaya Agate pada Jumat (19/6/2026), sejumlah pihak menyampaikan sambutan dan apresiasi atas kontribusi lembaga tersebut dalam pengelolaan sampah serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lembata.
Pembina Bank Sampah Cahaya Agate, David Vigis, dalam sambutannya mengisahkan awal mula lahirnya gerakan yang kini berkembang menjadi lembaga pengelolaan sampah yang melibatkan puluhan tenaga kerja dan relawan.
Menurut David, ide membentuk gerakan pengelolaan sampah berawal dari curahan hati seorang pemulung bernama Adi yang mengaku harus bersaing dengan para pencari sampah dari luar daerah.
“Suatu ketika Adi, seorang pemulung, bercerita kepada kami tentang beratnya persaingan dalam mencari sampah. Dari situ kami mulai berdiskusi dan menyusun sebuah skema yang dapat membantu para pemulung dan masyarakat,” ujarnya.
Momentum Hari Sampah Sedunia kemudian menjadi titik awal lahirnya gagasan merekrut sukarelawan untuk melakukan aksi pemungutan sampah.
Dari gerakan tersebut, sebanyak 52 orang berhasil direkrut untuk terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah.
David mengungkapkan, perjalanan Bank Sampah Cahaya Agate mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup. Meski usia operasionalnya belum genap satu tahun, lembaga tersebut terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Sementara itu, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Bank Sampah Cahaya Agate atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah.
“Saya sering berpikir ingin bekerja seperti Bank Sampah. Dari sesuatu yang dianggap kotor bisa menghasilkan hal-hal besar dan bermanfaat,” kata Bupati.
Ia juga menyinggung pesan yang disampaikan dalam homili Misa Syukur yang menekankan pentingnya sikap sukacita dalam bekerja.
“Terima kasih atas kotbah Pastor. Seorang pekerja sampah harus tetap tersenyum dan riang gembira. Itu luar biasa,” ujarnya.
Menurut Bupati, kerja-kerja yang dilakukan secara tulus dan tanpa banyak sorotan merupakan bentuk pengabdian yang akan mendapatkan berkat dari Tuhan.
“Kerja diam-diam akan dikabulkan Tuhan. Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi seluruh jajaran Bank Sampah Cahaya Agate agar ke depan semakin maju,” katanya.
Meski mengakui masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, termasuk usulan peningkatan tenaga kerja dan margin usaha yang juga menjadi perhatian anggota DPRD, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mendukung pengembangan Bank Sampah Cahaya Agate.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan pekerja untuk menjaga kebersamaan dan persatuan sebagai modal utama dalam membangun daerah.
“Pemerintah tetap mendukung. Jagalah kebersamaan dan persatuan. Nelayan, petani, peternak, dan seluruh masyarakat harus bergerak bersama membangun Lembata,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap Bank Sampah Cahaya Agate terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat.
“Semoga Cahaya Agate menjadi matahari yang terus bersinar bagi Lembata,” pungkasnya. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Hujan Lebat Lebih dari Satu Jam, Sebagian Besar Kota Lewoleba Terendam Banjir
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan NTT, Waspadai Bibit Siklon Tropis 91S
Hilang Sehari, Nelayan Balauring Ditemukan Selamat Terdampar di Pantai Tobotani
Hadapi Gresik United, Persebata Turunkan Skuad Terbaik di Laga Malam Ini
Rumah Warga Kolontobo Terbakar, Seorang Lansia Berhasil Diselamatkan