Lembata — Ruas jalan segmen Lamalera–Puor yang baru selesai dikerjakan dan menelan anggaran sekitar Rp1 miliar kini sudah mengalami kerusakan. Proyek jalan yang dikerjakan oleh PT Trans Lembata tersebut menjadi sorotan karena kualitas pekerjaan dinilai tidak sesuai harapan.
Fakta miris tersebut terungkap dalam Kunjungan kerja yang dilakukan anggota Komisi II DPRD Lembata, John Batafor dan anggota Komisi III, Ramdan Kalangnama di ruas jalan yang dibiayai APBD II Kabupaten Lembata itu.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan sudah berlubang, terutama pada bagian beton bahu penahan jalan. Kualitas beton dinilai buruk dan mudah terkikis. Bahkan, kerusakan dapat terlihat hanya dengan digosok menggunakan sepatu.
“Kualitasnya sangat memprihatinkan. Kami coba gosok dengan sepatu saja, permukaan jalan sudah rusak,” ungkap John Batafor, salah satu pihak saat melakukan peninjauan lapangan.
Kerusakan ini mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lembata. Dalam kunjungan kerja (kunker) dan pengawasan lapangan, sejumlah anggota DPRD meninjau langsung kondisi ruas jalan tersebut.
"Pekerjaan Saluran air sudah mengalami kerusakan, karena campuran kurang kuat dan gampang terkelupas. Selain itu, bahu jalan juga sudah ada kerusakan karena campuran semen kurang kuat," ujar Ramdan Kalang.
Anggota DPRD Kabupaten Lembata dari Komisi II, John Batafor, bersama anggota Komisi III, Ramdan Kalang Nama, menyatakan bahwa hasil pengawasan lapangan akan dibawa ke rapat DPRD untuk dibahas lebih lanjut.
“Hasil pengawasan ini akan kami sampaikan dalam rapat DPRD agar menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas para anggota dewan tersebut.
DPRD menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan proyek jalan tersebut, termasuk tanggung jawab pelaksana proyek, guna memastikan infrastruktur yang dibangun benar-benar bermanfaat dan aman bagi masyarakat.
(Adabnewsteam).



