BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia pada periode 10–12 Januari 2026.
Dalam rilis resmi BMKG tersebut, sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kabupaten Lembata, masuk dalam kategori siaga.
Berdasarkan peta peringatan dini BMKG, pada Jumat, 10 Januari 2026, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan melanda wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Alor, Belu, Malaka, serta Timor Tengah Utara (TTU).
Sementara pada Sabtu, 11 Januari 2026, cakupan wilayah terdampak di NTT semakin meluas. BMKG mencatat potensi hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kabupaten Kupang, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.
Memasuki Minggu, 12 Januari 2026, kondisi serupa masih berpotensi terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.
BMKG menjelaskan, peringatan dini cuaca ini menunjukkan potensi akumulasi curah hujan harian tertinggi dalam satu provinsi.
Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi dan aktivitas masyarakat.
Menyikapi peringatan tersebut, masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di Kabupaten Lembata, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas di daerah rawan longsor dan bantaran sungai, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun layanan Call Center 196. (adabnewsteam).




Berita Terkait
Pohon Cendana Berusia 14 Tahun Dipotong Petugas, Warga Tuntut PLN Ganti Rugi
Bupati Lembata Pastikan Dukungan Serius Bagi Warga Purna Migran Yang Beralih Profesi Jadi Petani
Kapolres Lembata: KUHAP Baru Lebih Berimbang, Buka Peluang Restorative Justice
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI
Dibalik Nyala Obor Toleransi NKRI Yang Disulut Bupati Kanis Tuaq
Setetes Harapan untuk Nubahaeraka: PLN Hadirkan Akses Air Bersih di Momen HLN ke-80
Pemilik Pohon Cendana Layangkan Somasi, PLN Dituntut Ganti Rugi 120 Juta
Kapolres Lembata: Media Perlu Dibekali Pengetahuan SOP Penanganan Kasus Hukum
Melaut Sejak Minggu Sore, Nelayan Balauring Belum Kembali
Bupati Lembata: Diaspora Adalah Jembatan Pemasaran UMKM, Pangan, Dan Hasil Laut NTT