Bupati Lembata Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa Flores

photo author
- Senin, 17 Agustus 2026 | 06:40 WITA
Bupati Lembata Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa Flores
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq

LEWOLEBA ADABNEWS.COM – Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas gempa bumi yang melanda Pulau Flores. Ungkapan belasungkawa itu disampaikan Bupati saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Lembata, Senin, 17 Agustus 2026.

Di hadapan peserta upacara yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Lembata, Kanisius Tuaq mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban gempa bumi di Pulau Flores.

“Semoga semua korban dan keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan,” ujar Bupati dalam pidatonya.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh proses penanganan bencana, mulai dari evakuasi hingga penanganan darurat dan pemulihan, dapat berjalan dengan lancar.

Ajakan tersebut menjadi bagian penting dari pidato Bupati pada momentum peringatan kemerdekaan. Di tengah suasana perayaan HUT RI, pemerintah daerah mengingatkan bahwa solidaritas kemanusiaan tetap menjadi bagian dari semangat kebangsaan.

Bupati mengajak masyarakat Lembata tidak hanya memaknai kemerdekaan sebagai perayaan sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, terutama masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Dalam pidatonya, Bupati juga menyampaikan doa bagi keluarga korban agar diberikan ketabahan dalam menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi.

Selain korban gempa Flores, Bupati Kanisius Tuaq turut mengajak peserta upacara mendoakan Drs. Sinun Petrus Manuk, Penjabat Bupati Lembata periode 2016-2017, yang disebut telah meninggal dunia di Jakarta sehari sebelumnya.

“Semoga memperoleh keselamatan kekal, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan serta penghiburan dari Tuhan,” kata Bupati.

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lembata tidak semata-mata menjadi seremoni kenegaraan.

Momentum tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menguatkan kembali semangat persaudaraan, kepedulian dan gotong royong.

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa semangat persaudaraan merupakan kekuatan yang telah diwariskan masyarakat Lembata dari generasi ke generasi.

Nilai tersebut tercermin dalam filosofi “Taan Tou-Tara Oneq Udeq Laleng Udeq”, yang dimaknai sebagai semangat untuk saling menghargai, saling menghidupi dan menempatkan manusia sebagai sesama saudara.

Bagi Lembata, semangat itu dinilai relevan untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketika masyarakat di wilayah Flores lainnya sedang berjuang menghadapi dampak bencana.

Bupati juga mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, menghadirkan keadilan, membuka jalan bagi kesejahteraan, serta memastikan negara hadir melindungi dan melayani seluruh rakyat.

Karena itu, doa dan kepedulian terhadap korban gempa Flores menjadi bagian dari pesan kemanusiaan yang disampaikan pemerintah Kabupaten Lembata pada peringatan kemerdekaan tahun ini. (Tim). 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE