Lewoleba – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lembata menargetkan Desa Dulir, Kecamatan Atadei, menjadi wilayah terakhir di Kabupaten Lembata yang segera menikmati layanan listrik PLN pada bulan Juni 2026.
Kabar gembira ini disampaikan Manager PLN ULP Lembata, Thariq A. Gumilang, kepada media ini, Jumat (12/6).
Ia mengatakan saat ini pembangunan jaringan listrik menuju Desa Dulir telah selesai dan sedang memasuki tahap pengujian atau commissioning test.
"Kami sudah menyelesaikan pemasangan jaringan. Saat ini sedang dilakukan commissioning test atau uji kelayakan jaringan. Jika hasil pengujian sesuai standar, bulan ini listrik sudah bisa menyala di Dulir," kata Thariq di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, masyarakat Desa Dulir telah mengajukan sekitar 30 permohonan pasang baru. Untuk mendukung percepatan penyambungan listrik, sebanyak 50 unit meteran telah dikirim dan ditempatkan di kantor jaga PLN terdekat.
Proyek elektrifikasi Desa Dulir mencakup pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 6,5 kilometer dari Desa Lerek, pembangunan satu unit gardu berkapasitas 50 KVA, serta Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,6 kilometer.
Thariq menjelaskan, pekerjaan tersebut telah dikontrakkan sejak Desember 2025, namun sempat mengalami kendala distribusi material akibat keterbatasan kapasitas angkutan laut.
"Pengangkutan tiang menggunakan kapal Sabuk Nusantara. Karena volume muatan terbatas, pengiriman dilakukan secara bertahap. Tiang yang dibutuhkan sekitar 150 batang, sementara sekali pengangkutan maksimal hanya sekitar 40 batang," ujarnya.
Selain tantangan transportasi, kondisi geografis dan akses jalan menuju lokasi juga menjadi kendala tersendiri. Namun, menurut Thariq, dukungan masyarakat setempat sangat membantu kelancaran pekerjaan.
"Dengan kerja sama masyarakat, pembangunan jaringan akhirnya dapat diselesaikan," katanya.
Dengan masuknya Desa Dulir ke jaringan PLN, seluruh desa di Kabupaten Lembata telah teraliri listrik atau rasio desa berlistrik mencapai 100 persen.
Saat ini masih tersisa satu dusun yang belum terjangkau jaringan listrik, yakni Dusun Lamanunang, yang telah diusulkan untuk mendapatkan layanan pada tahap berikutnya.
"Kami akan menyelesaikan perluasan jaringan secara bertahap hingga seluruh masyarakat dapat menikmati listrik PLN," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Thariq juga terus meningkatkan rasio elektrifikasi dengan melayani permintaan tambah daya maupun pasang baru sesuai kebutuhan pelanggan.
Thariq mengimbau masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk berbagai layanan kelistrikan.
"Melalui PLN Mobile, pelanggan bisa mengajukan pasang baru, tambah daya, membeli token, melaporkan gangguan, hingga memantau penggunaan listrik secara mandiri," pungkasnya. (adabbewsteam).
Berita Terkait
PLN Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Lokal, Program Ternak di Desa Wewo Sekitar Pengembangan PLTP Ulumbu Berdampak Positif
PLN UIP Nusra Perkuat Koordinasi dengan BIN Daerah NTB Dukung Pembangunan Ketenagalistrikan
PLN UIP Nusra dan Kejati NTT Perkuat Sinergi Kawal Proyek Energi Bersih di NTT
Geothermal Flores Bukan Lumpur Lapindo, Pemprov NTT Sebut Kekhawatiran Segelintir Orang Salah Kaprah
Sepanjang 2025, TJSL PLN Peduli Jangkau Lebih dari 700 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia
Dukung Ekonomi Lokal, PLN UIP Nusra Hadirkan Teknologi Pengolahan Kopi untuk Petani Wewo
PLN Hadir Bersama Adat: Pengukuhan POKJA Tanah PLTP Atadei Dilandasi Kearifan Lokal di Nubahaeraka
Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana
Interkoneksi ASEAN Power Grid untuk Akselerasi Transisi Energi Bersih
Pembayaran Ganti Rugi Rampung, PLN UIP Nusra Siap Lanjutkan Pembangunan Akses Jalan PLTP Ulumbu Unit 5