PARTAI Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Lembata menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan pengesahan pengurus tingkat kecamatan se-Kabupaten Lembata untuk periode 2024–2029.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kebersamaan lintas partai politik, serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pelantikan dipimpin Ketua DPW PAN Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahmad Johan, M.Si., yang juga Wakil Ketua Komisi C DPR RI.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan (SK) oleh Sekretaris DPW PAN NTT, dilanjutkan dengan pengesahan pengurus PAN tingkat kecamatan.
Adapun kecamatan yang disebut dalam pengesahan kepengurusan tersebut meliputi Nubatukan, Lebatukan, Ile Ape, Ile Ape Timur, Omesuri, Buyasuri, Atadei, Wulandoni, dan Nagawutun.
Dalam rangkaian acara, Ahmad Johan menyerahkan pataka PAN kepada Ketua DPD PAN Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq, sebagai simbol amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lembata, Muhammad Nasir, jajaran pengurus DPW PAN NTT, Ketua BM PAN DPW PAN NTT, Wakil Ketua DPRD Lembata Frans Gewura, anggota DPRD dari PAN Lorenz Keraf dan Gaspar Apelabi, pimpinan partai politik di Kabupaten Lembata, serta pengurus PAN dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Pemda: Politik Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Rakyat
Dalam sambutan Pemerintah Kabupaten Lembata yang disampaikan Wakil Bupati Muhammad Nasir, Rakerda dan pelantikan pengurus PAN dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas demokrasi di daerah.
Nasir mengajak seluruh elemen politik menjadikan filosofi masyarakat maritim sebagai landasan membangun Lembata.
Menurutnya, semangat kebersamaan dapat diibaratkan seperti sebuah perahu yang didayung bersama-sama untuk mencapai tujuan.
“Perahu didayung seorang diri, tetapi dengan mendayung bersama, kita akan sampai pada tempat yang dituju,” demikian pesan kebersamaan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Ia menegaskan, partai politik sejatinya merupakan ruang pendidikan politik, tempat mengartikulasikan aspirasi masyarakat, sekaligus jembatan yang menghubungkan kebutuhan rakyat dengan kebijakan publik.
Pembangunan Lembata, lanjutnya, tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik, dengan latar belakang dan pilihan politik yang berbeda.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen untuk mendedikasikan diri kepada rakyat,” demikian inti pesan yang disampaikan.
Nasir juga menekankan pentingnya demokrasi yang dibangun melalui partisipasi dan pengawasan. Kritik yang konstruktif harus dipandang sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperbaiki pembangunan, bukan sebagai upaya untuk menjatuhkan pihak lain.
Ia mengajak partai politik agar tidak hanya menjadi peserta kompetisi politik, tetapi juga hadir sebagai pemberi solusi atas persoalan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat di wilayah terpencil harus terus diperkuat. Aspirasi rakyat tidak boleh hanya didengar ketika kompetisi politik berlangsung, tetapi harus menjadi perhatian berkelanjutan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Nasir turut mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan pihak lain, menyebarkan kebencian, atau merusak tatanan sosial.
Kepada pengurus PAN yang baru dilantik, ia berpesan agar kepemimpinan dijalankan dengan integritas, keteladanan, dan tanggung jawab untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Ia berharap program-program partai politik dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan, sehingga perubahan nyata dapat dirasakan oleh rakyat.
“Berbeda dalam pilihan, tetapi mari bergandengan tangan membangun Lembata,” menjadi pesan yang menggarisbawahi pentingnya persatuan di tengah perbedaan politik.
Kanisius Tuaq: Perkuat Persatuan dan Konsolidasi Organisasi
Ketua DPD PAN Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq, dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus memperkuat persatuan dan membangun kerja sama demi kemajuan daerah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Johan dan sejumlah pihak di tingkat pusat yang dinilainya telah membantu mendorong berbagai program pembangunan di Lembata.
Menurut Kanisius, sejumlah dukungan telah diarahkan untuk sektor produktif masyarakat, antara lain pembangunan kampung nelayan di enam titik di Lembata.
Program tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi nelayan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain itu, ia menyinggung dukungan di sektor pertanian dan peternakan, termasuk penyediaan bibit jagung serta bantuan anakan jambu mete dan kakao yang tengah dipersiapkan untuk penanaman.
Kanisius menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut dan berharap berbagai program bantuan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan PAN di Lembata siap memperkokoh konsolidasi organisasi serta membangun kerja sama dengan partai politik lainnya untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami siap memperkokoh konsolidasi organisasi dan membangun kerja sama dengan partai politik untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan di Lembata,” ujarnya.
Kanisius juga mengingatkan seluruh pengurus agar bekerja dengan tenang, kompak, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Menurutnya, hasil kerja nyata merupakan hal terpenting, sedangkan penilaian akhir diserahkan kepada masyarakat.
“Biarlah rakyat yang menilai kerja kita. Kerja tenang, kerja kompak, untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ahmad Johan: PAN Harus Hadir hingga Pelosok
Ketua DPW PAN NTT, Ahmad Johan, menegaskan bahwa pembentukan dan penguatan kepengurusan partai tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan menghadapi pemilihan umum (pemilu).
Menurutnya, partai politik harus tetap aktif setelah pemilu berakhir dan memastikan bahwa seluruh struktur organisasi bekerja untuk menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ia mengingatkan agar PAN tidak menjadi partai yang hanya bergerak ketika momentum politik tiba, kemudian berhenti menjalankan fungsi sosial dan politiknya setelah pemilu selesai.
Johan menekankan pentingnya keberadaan struktur partai hingga tingkat bawah agar aspirasi masyarakat dapat dihimpun secara langsung, termasuk dari wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Lembata.
Ia meminta para kader dan pengurus agar mendengarkan harapan masyarakat, menyampaikan persoalan yang ditemukan kepada partai, serta membahasnya untuk mencari jalan keluar.
“Kalau bergandengan tangan, persoalan apa pun bisa diatasi. Untuk Lembata, kita semua perlu bersatu,” demikian pesan Johan.
Ia juga mengingatkan agar kepentingan politik pribadi tidak mengalahkan tanggung jawab untuk membangun daerah.
Menurutnya, seorang politisi harus hadir untuk membawa kebaikan dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar kekuasaan atau kepentingan proyek.
Dalam kaitan dengan program kampung nelayan, Johan menegaskan, masyarakat lokal harus dilibatkan dalam pelaksanaannya. Ia menyatakan telah mengingatkan timnya agar tidak terlibat dalam proyek tersebut dan meminta agar masyarakat setempat memperoleh ruang dalam proses pembangunan.
Johan turut memaparkan sejumlah program pembangunan yang didorong melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
Ia menyebut rencana pengembangan industri garam senilai Rp1,7 triliun di wilayah Rote, Sabu, dan Kabupaten Kupang, serta pengembangan tambak udang senilai Rp7,8 triliun di Sumba Timur.
Menurutnya, program-program tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi dan menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.
Ia menekankan, pembangunan harus menjadi agenda bersama yang melampaui batas-batas kepentingan politik. Sinergi antara partai politik, pemerintah, dan masyarakat diperlukan agar berbagai program dapat berjalan dan memberikan manfaat yang luas.
Johan juga mengingatkan, kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui janji-janji politik. Kepercayaan harus dibuktikan melalui kerja nyata, konsistensi, serta keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
“Jangan sampai syahwat politik pribadi melupakan tanggung jawab membangun daerah. Mari kita menjadi politisi untuk kebaikan,” pesannya.
Rakerda sebagai Momentum Memperkuat Demokrasi
Melalui Rakerda dan pelantikan pengurus periode 2024–2029 ini, PAN Lembata diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah.
Pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjadikan politik sebagai sarana pelayanan publik, pendidikan demokrasi, dan perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan mengedepankan persatuan, kritik yang konstruktif, dan kolaborasi lintas elemen, seluruh pihak diharapkan dapat mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Lembata.
Pada akhirnya, keberhasilan partai politik tidak hanya diukur dari hasil kompetisi pemilu, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan rakyat. (Tim).
Berita Terkait
Ragam Motif Sarung hingga Musik Tradisional Khas Nusantara Ramaikan Karnaval Pembuka Festival Internasional Lamaholot
Wisatawan Domestik dan Mancanegara Ikuti Post Tour Festival Internasional Lamaholot di Desa Muruona
Pemkab Lembata Gelar Lembata Fishing Tournament 2026, Perebutkan Piala Bupati dan Hadiah Ratusan Juta Rupiah
Pembayaran Gaji PPPK Menanti Koordinasi Pemda Bersama Kemenkeu
Usai Di Demo Warga, Polres Lembata Janji Seriusi Penanganan Kasus Kematian Kades Laranwutun
Langka, Umat Rayakan 50 Tahun Imamat Pater Melkiades Kisa Tukan, SVD dengan Narasi Emas dan Pemotongan Tumpeng
Kapolres Lembata: Media Perlu Dibekali Pengetahuan SOP Penanganan Kasus Hukum
Krisis Kapasitas Layanan: Pemkab Lembata Dorong Pembenahan Menyeluruh Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI
Tiket Internasional Lamaholot Festival Mulai Dijual, Pengunjung Berpeluang Dapat Sepeda Listrik