BUPATI Lembata menegaskan, peran diaspora Nusa Tenggara Timur di luar daerah maupun luar negeri sangat strategis sebagai penghubung pasar, jejaring usaha, dan investasi bagi daerah, khususnya dalam pengembangan UMKM, ketenagakerjaan, pendidikan, pariwisata, serta sektor kelautan dan perikanan.
Penegasan itu di sampaikan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, saat mengikuti rapat koordinasi pemda prov dan bupati seluruh NTT dengan diaspora di luar NTT dan luar negeri tgl 12-13 desember 2025 di aula rumah jabatan Gubernur Provinsi NTT di kupang.
“Diaspora bukan hanya membawa nama daerah, tetapi menjadi jembatan nyata antara potensi lokal dan pasar yang lebih luas,” ujar Bupati Lembata saat mengikuti rakor bersama para diaspora di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.
Bupati menyampaikan harapan agar diaspora turut berperan aktif memasarkan produk UMKM unggulan Lembata, termasuk jagung titi baleo yang sedang dikembangkan sebagai UMKM premium beridentitas “Produk Nona Lembata”, serta berbagai produk olahan lokal lainnya, termasuk hasil ikan, hasil pertanian dan peternakan
Selain sektor darat, hasil tangkapan nelayan Lembata juga menjadi fokus penting dalam kerja sama dengan diaspora.
“Hasil laut Lembata ikan segar, ikan kering, dan produk olahan perikanan memiliki kualitas tinggi. Kami membuka ruang agar diaspora menjadi mitra pemasaran, agregator, dan promotor produk perikanan Lembata di luar NTT,” tegasnya.
Dalam mendukung hal tersebut, Bupati menekankan bahwa konektivitas transportasi laut Lembata sangat memadai, dengan empat kapal Pelni dan empat kapal Tol Laut yang rutin menyinggahi Pelabuhan Lewoleba, sehingga memperkuat rantai distribusi barang dan logistik daerah.
Lebih lanjut, Bupati Lembata juga menyampaikan bahwa daerahnya saat ini tengah memperkuat kemandirian pangan, termasuk produksi daging ayam lokal untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi (MBG), serta pengembangan berbagai komoditas pertanian dan peternakan lainnya.
“Lembata membangun dari laut dan darat secara bersamaan. Jika potensi nelayan, petani, dan UMKM disinergikan dengan kekuatan jejaring diaspora, maka kemandirian pangan dan ekonomi daerah akan tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkas Bupati.(adabnewsteam).
Berita Terkait
Gunung Ili Lewotolok Erupsi 59 Kali dalam Sehari, Status Tetap Level II Waspada
Tiket Internasional Lamaholot Festival Mulai Dijual, Pengunjung Berpeluang Dapat Sepeda Listrik
Jaga Stabilitas Harga, ASN Lembata Wajib Pesan Beras Lewat Pelni Mart Mulai Januari 2026
Ayo Tanam Buah, SPPG Lewoleba Tengah dibawa Yayasan Bintang Olimpic Indonesia Mulai beroperasi
Petani Lembata Akui Dampak Pendampingan PT SMJ, Hasil Panen Jagung Meningkat Drastis
Bank Sampah Cahaya Agate Gelar Misa Syukur, Teguhkan Semangat Pelayanan dan Kepedulian Lingkungan
Forum PRB Lembata: Dari Akar Rumput ke Ruang Kebijakan, Sebuah Perjalanan Kolaborasi Kemanusiaan
SMPN 1 Nubatukan Bagi Rapor Semester Ganjil Bagi 689 Siswa
Meriah, Ini Hasil Lomba Hardiknas Tingkat Kecamatan Nubatukan 2026
Bedah Mayat Dua Jam, Forensik Temukan Patah Tulang Kepala Jadi Penyebab Kematian Mantan Kades Laranwutun