Lembata, 10 April 2026 — MASYARAKAT Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah tersebut.
Dukungan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Kamis (9/4/2026), menyusul adanya kesepakatan pembebasan lahan tahap kedua. Dalam forum itu, warga juga memperoleh gambaran mengenai rencana pembangunan proyek panas bumi. Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat yang hadir menyampaikan kesepakatan dan kesiapan untuk mendukung pengembangan PLTP di wilayah mereka.
Kegiatan sosialisasi berlangsung bersama pihak PLN dan dihadiri unsur pemerintah daerah, para kepala desa se-Kecamatan Atadei, serta tokoh masyarakat setempat.
Asisten Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) PLTP, Donatus Ladjar, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan tahap kedua akan segera dilaksanakan.
Ia mengajak masyarakat untuk memandang rencana pembangunan tersebut secara positif dengan tetap mempertimbangkan manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan bersama.
“Setiap pembangunan tentu memiliki dampak. Namun, jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Donatus juga menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dalam proses pembangunan. Ia memastikan tidak akan memanfaatkan proyek tersebut untuk kepentingan pribadi, meskipun memiliki posisi sebagai pejabat pemerintah.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa potensi panas bumi di wilayah Nubahaeraka telah dikenal sejak masa kolonial. Berdasarkan kajian geologi, sumber daya tersebut dinilai memiliki nilai strategis untuk dikembangkan sebagai bagian dari energi terbarukan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Nubahaeraka, Dominikus Pali Ladjar, menyatakan kesiapan warga dalam mendukung proses pembebasan lahan dan pengembangan proyek PLTP tersebut. Dalam sesi dialog bersama perwakilan pemerintah daerah dan pihak PLN, ia menekankan pentingnya dukungan luas dari seluruh masyarakat Kabupaten Lembata.
“Kami mendukung rencana pembangunan ini dan berharap semua pihak dapat berjalan seiring,” katanya.
Kepala Desa Nubahaeraka, Vinsen Nuba Ladjar, mengatakan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara bertahap untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait rencana pembangunan tersebut.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Yanto Teka mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat peran adat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjalankan pengembangan PLTP Atadei secara bertanggung jawab, terbuka, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta pemerintah daerah.
Menurutnya, pengembangan panas bumi di Lembata tidak hanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi bersih yang andal, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi daerah dan mendukung agenda transisi energi nasional. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Horeee...Listrik Menyala di Desa Dulir Bulan Ini
Kolaborasi KR-BNN: PLN UIP Nusra Komitmen Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT
Program Hortikultura PLN UIP Nusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Dusun Tantong
PLN Perkuat Kepastian Hukum Proyek Geothermal Atadei, Sinergi BPN Dukung PSN dan Transisi Energi
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile
PLN ULP Lembata Terima Somasi Pemotongan Pohon Cendana Milik Warga Bakalerek
PLN UIP Nusra Gandeng Politeknik KP Kupang Dorong Peningkatan Produksi Rumput Laut Lewat Metode Seleksi Varietas di Lifuleo
PLN UIP Nusra Luncurkan Program Agroforestry Hetero, Dukung Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Wewo
Geothermal Flores Bukan Lumpur Lapindo, Pemprov NTT Sebut Kekhawatiran Segelintir Orang Salah Kaprah
Dukung Pemberdayaan Masyarakat, PLN UIP Nusra Fasilitasi Pengembangan Kerajinan Bambu di Desa Wogo