adabnews.com
LEWOLEBA — Masalah air minum di Kota Lewoleba dan sekitarnya, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih jadi perhatian. Warga masih menggunakan air keruh dari sumber mata air yang belum diolah di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM).
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata, Acan Raring, Kamis (13/8/2026), mendorong Dinas PUPR segera membangun IPAM untuk meningkatkan layanan air bersih.
Hal itu ia sampaikan dalam forum PDAM Lembata terkait dokumen UKL/UPL. Ia juga menyoroti absennya PUPR dalam forum tersebut, padahal dinilai penting sejak awal perencanaan.
“IPAM ini penting untuk menjawab masalah kualitas air di Lewoleba,” ujar Acan.
Ia menegaskan air dari beberapa sumber seharusnya diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi warga.
Pembangunan IPAM Terkendala Lahan
Kepala Bidang PPPLH DLH Lembata, Gusti Lasar, mengatakan PDAM sudah lama memperjuangkan IPAM, namun keterlibatan PUPR dinilai masih minim.
Ia menyebut rencana IPAM dari Kementerian PUPR sebelumnya gagal karena masalah lahan.
Dari sisi lingkungan, Gusti mengapresiasi proses UKL/UPL yang mulai berjalan, meski air sudah lama digunakan warga dalam kondisi belum layak.
Ia juga menyebut tiga sumber air—Wai Plating, Wai Ong Golok, dan Waigolo—masih dalam proses perizinan SIPA.
PDAM Perjuangkan IPAM Sejak 2023
Direktur PDAM Lembata, Lambertus Olahara, mengatakan IPAM membutuhkan biaya besar dan dukungan pemerintah, termasuk kesiapan lahan dan DED dari PUPR.
Sejak akhir 2023, PDAM telah mendorong pembangunan IPAM melalui APBN, namun terhambat persoalan lahan.
Ia menambahkan IPAM berfungsi mengolah air baku agar lebih bersih sebelum disalurkan ke masyarakat, namun masih terkendala aspek teknis, kawasan hutan, dan perizinan.
Dorongan pembangunan IPAM kini menjadi prioritas untuk menjawab keluhan warga serta meningkatkan layanan air minum yang lebih layak di Lewoleba dan sekitarnya. (Tim).
Berita Terkait
Wujudkan Komitmen Antikorupsi, Kejari Lembata Gelar Penyuluhan Hukum dalam Peringatan HAKORDIA 2025
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Cahaya di Puncak Al Muhajirun
HUT ke-75 IBI, Bidan Lembata Gelar Aksi Seribu Lilin dan Sampaikan Lima Harapan kepada Pemerintah
Hari Pahlawan 2025 di Lembata: Ketika Anak Muda Menggugat Ketimpangan Sosial dan Iklim yang Tak Lagi Adil
Festival Permainan Rakyat Kupang: Saat Anak-Anak Kembali Menemukan Akarnya
Kiprah Forum Jurnalis Lembata dalam Menyongsong Hari Pers Nasional 2026
BRI Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Gempa Flores di Maumere
Air Bersih dan Perlindungan Anak: Jejak Panjang Intervensi Plan Indonesia di Lembata
Pemukulan Gong Tandai Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Lembata