Lewoleba – LSM Barakat bersama Pena Buluh Jakarta, sejak Jumat, 24 hingga Senin 27 April 2026, menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas bisnis kelompok nelayan perempuan serta penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi di desa yang telah berhasil menjalankan tradisi Muro.
Pelatihan yang digelar di aula hotel Lembata Indah itu diikuti sebanyak 25 perempuan nelayan dari lima desa dilatih peningkatan kapasitas bisnis, serta 10 pengurus lembaga ekonomi desa dari lima desa mengikuti pelatihan penguatan kelembagaan.
Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan perempuan nelayan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, pelatihan ini dilatarbelakangi pentingnya sistem Muro, yakni pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat yang bertujuan melindungi dan memulihkan ekosistem penting seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun.
Melalui perlindungan kawasan pesisir tersebut, sumber daya perikanan diharapkan pulih dan berkembang secara berkelanjutan.
Peningkatan hasil tangkapan nelayan dari wilayah Muro dinilai membuka peluang ekonomi lebih besar bagi perempuan nelayan. Para istri nelayan memiliki peran strategis dalam mengolah, memasarkan, hingga mengembangkan usaha berbasis hasil perikanan.
Namun demikian, perempuan nelayan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, mulai dari akses pelatihan, pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, hingga peluang pasar. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan nelayan dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini memiliki tujuan umum meningkatkan kapasitas penghidupan perempuan nelayan melalui penguatan keterampilan bisnis dalam pengelolaan hasil perikanan dari wilayah Muro, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi di tingkat desa.
Secara khusus, pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan nelayan dalam mengelola usaha, memperkuat kapasitas pengelola lembaga ekonomi desa, mendorong perencanaan bisnis sederhana, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga dan ekonomi desa.
Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain sebanyak 25 perempuan nelayan dari lima desa mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas bisnis, serta 10 pengurus lembaga ekonomi desa dari lima desa mengikuti pelatihan penguatan kelembagaan.
Peserta juga diharapkan memahami pengelolaan usaha berbasis hasil perikanan, pengelolaan keuangan sederhana, strategi pemasaran produk, serta mampu menyusun rencana usaha dan tindak lanjut pasca pelatihan.
LSM Barakat dan Pena Buluh berharap kegiatan ini dapat melahirkan usaha-usaha kecil produktif yang dikelola perempuan nelayan, memperkuat peran perempuan dalam ekonomi desa, serta meningkatkan ketahanan hidup masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
Lembata Fishing Tournament 2026, Peserta dari Indonesia, Australia hingga Timor Leste Ramaikan Perairan Lembata
SDK Santo Yosep 2 Kupang Gaungkan Permainan Rakyat dan Literasi Sekolah
KPOTI NTT Siap Tampilkan Permainan Tradisional dari Timor Dan Lembata DI Munas II KPOTI 2025
LBH Sikap Tantang Pemda dan DPRD Lembata Hasilkan Perda Optimalisasi Tuak dan Arak
Plan Indonesia Perkuat Kapasitas Konseling Guru BK untuk Cegah Perundungan dan Kekerasan Anak di Lembata
Diseminasi Hasil Survei HIV/AIDS di Lembata Tegaskan Pentingnya Penguatan Edukasi Pencegahan Sejak Dini
Laptop Uzur dan Meja Kerangka Salon Songsong HPN 2026
FKUB Lembata Siap Rayakan Hari Toleransi Internasional Gandeng Paguyuban Nusantara dan Pemuda Lintas Agama
Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Resmi Dibuka, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Dorong Penguatan Kearifan Lokal