KUPANG — Semangat melestarikan budaya lokal dan menumbuhkan budaya literasi sejak dini akan digaungkan di SDK Santo Yosep 2 Kupang pada Jumat (9/1/2026).
Usai senam pagi di halaman sekolah, para siswa akan diajak terlibat langsung dalam permainan rakyat dan kampanye literasi sekolah yang menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif di Kota Kupang.
Kepala SDK Santo Yosep 2 Kupang, Agung Riwu, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk karakter anak melalui aktivitas yang edukatif, menyenangkan, dan berakar pada budaya bangsa.
“Anak-anak sekarang terlalu dekat dengan gawai. Melalui permainan rakyat, mereka belajar kerja sama, kejujuran, sportivitas, sekaligus mengenal jati diri budaya lokal,” ujar Agung Riwu Kamis (8/1-2026).
Untuk memperkuat pesan tersebut, pihak sekolah secara khusus mendatangkan Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang, Goris Takene, yang selama beberapa bulan terakhir aktif menggelorakan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
“Permainan rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan karakter. Anak-anak belajar nilai kebersamaan, disiplin, dan kecintaan pada budaya sendiri,” kata Goris Takene yang dihubungi terpisah.
“Kalau ini ditanamkan sejak SD, maka generasi kita tidak akan tercerabut dari akar budayanya,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada aktivitas fisik dan budaya, SDK Santo Yosep 2 Kupang juga menguatkan gerakan literasi sekolah. Hadir sebagai narasumber, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi NTT, Polikarpus Do, yang akan mengajak siswa mencintai membaca sejak dini.
“Literasi adalah pintu masa depan anak-anak. Sekolah harus menjadi ruang yang ramah bacaan dan membangun kebiasaan membaca setiap hari,” tutur Polikarpus Do.
Kampanye literasi ini juga diperkuat oleh jurnalis Harian Kompas, Frans Pati Herin, yang akan berbagi pengalaman dan memotivasi siswa agar berani bermimpi besar melalui membaca dan menulis.
“Buku bisa membawa anak-anak melihat dunia yang lebih luas. Dari membaca, lahir imajinasi, dari imajinasi lahir masa depan,” ujar Frans.
Melalui kolaborasi permainan rakyat dan literasi sekolah ini, SDK Santo Yosep 2 Kupang berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, berkarakter, dan membumi, sekaligus menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berbudaya.
(goe)




Berita Terkait
LBH Sikap Tantang Pemda dan DPRD Lembata Hasilkan Perda Optimalisasi Tuak dan Arak
UMKM Berpamer, Persebata Berjuang: Semarak HUT ke-67 NTT di Pantai Wulon Luo
Ajang PLN Journalist Awards 2025 Dibuka, Apresiasi untuk Pewarta Penggerak Literasi Energi Nasional
Laptop Uzur dan Meja Kerangka Salon Songsong HPN 2026
KM Lawit Resmi Singgahi Pelabuhan Lewoleba Mulai 22 Januari 2026
PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Korban YBR
FKUB Lembata Siap Rayakan Hari Toleransi Internasional Gandeng Paguyuban Nusantara dan Pemuda Lintas Agama
KPOTI NTT Siap Tampilkan Permainan Tradisional dari Timor Dan Lembata DI Munas II KPOTI 2025
Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Resmi Dibuka, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Dorong Penguatan Kearifan Lokal