Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai melakukan pemusnahan dokumen kependudukan yang invalid atau rusak di depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Banggai, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Jumat (3/2/23).
Dokumen Kependudukan yang dimaksud, dari informasi yang dihimpun Tim Liputan DKISP, berupa KTP, blangko, formulir, akta kelahiran dan akta kematian.
Kepala Dinas Dukcapil, Drs. Moh. Ikhsan Panrelly menyebutkan bahwa Sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Nomor 470.13/11176/SJ Tahun 2018, bahwa KTP elektronik yang sudah rusak atau invalid harus sudah dimusnahkan.
"Pemusnahan dokumen kependudukan terakhir dilakukan tahun 2020, ini baru dilaksanakan kembali," jelas dia.
Pemindahan KTP yang rusak, Iksan mengatakan, dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan untuk kepentingan tertentu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Apalagi menjelang tahun politik 2024, dokumen semacam ini kerap disalahgunakan pada pemilu," tambahnya.
Perubahan data, kembali ia menambahkan, biasa dilakukan masyarakat ketika akan mengganti status pernikahan, pekerjaan dan domisili, oleh karena itu, dokumen kependudukan yang lama harus dimusnahkan.
Kedepan, lanjut Iksan, identitas kependudukan akan menggunakan aplikasi yang bisa diakses lewat handphone.
"Aplikasi tersebut sudah digunakan oleh ASN Dukcapil, lalu akan kita sosialisasikan kepada seluruh ASN di Banggai, baru setelah itu seluruh masyarakat," ujar Ikhsan.
Secara simbolis, pemusnahan dokumen dengan cara dibakar itu, dilakukan oleh Kepala Dinas Dukcapil, unsur Forkopimda, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Judy Ammy Amisudin, SH, selaku perwakilan Bupati Banggai.
Dalam sambutannya mewakili Ir. H. Amirudin, MM, AIFO, Judy Amisudin memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Dinas Dukcapil Banggai dalam rangka menertibkan administrasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan kewaspadaan dalam sistem administrasi kependudukan.
"Hal yang paling penting yaitu menghindari penyalahgunaan, apalagi menjelang pemilu," pungkasnya.
Berita Terkait
Periksa 10 Saksi Kasus Pencurian Dengan Pelaku Anak, Polisi Himbau Warga Tidak Hakimi Pelaku
Cuaca Ekstrem Landa Lembata, Sejumlah Fasilitas Umum dan Rumah Warga Rusak, Wabup Turun Lapangan
Pungut Sampah di SGB Bungsu, Trash Hero Lembata Gandeng Alumni St. Pius 1995 Edukasi Warga
OMK dan Sekami Paroki St. Maria Baneux Ramaikan Acara Temu Pisah Pastor Paroki Baneux
SMPN 7 Maret Hadakewa, Hidupkan TPPK, Terapkan Sanksi Edukatif Cegah Kekerasan di Sekolah
Muscab IPeKB Kabupaten Banggai Ke-3
ASDP Jajaki Pembukaan Trayek Roro Surabaya–Lewoleba, Pelayaran Perdana Ditargetkan 12 Oktober 2026
Trend Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Pemkab Lembata Gandeng Tokoh Agama Perkuat Kualitas Keluarga Lewat FGD Lintas Agama
Gempa 5,2 SR Terasa di 3 Kecamatan di Lembata
Gandeng Kejari Banggai, DISNAKKESWAN Banggai Monev Kelompok Penerima Bantuan