LEWOLEBA, 11 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Orang Sakit Sedunia, para anggota Legio Maria Paroki St. Maria Baneux Lewoleba mengadakan kegiatan doa dan ibadat kunjungan orang sakit di tiga rumah sakit di Kota Lewoleba.
Kegiatan ini melibatkan para ibu-ibu dari Presidium Maria Inak Senaren dan Presidium Maria Bunda Pencinta Damai yang berada di bawah Kuria Maria Bunda yang Rahim Lewoleba.
Menurut Ketua Presidium Maria Bunda Pencinta Damai, Marlin Murin, kegiatan kunjungan ini merupakan program rutin Kuria sekaligus bentuk nyata kepedulian Gereja terhadap mereka yang sedang menderita sakit.
“Ada tujuh presidium yang tersebar, dan untuk hari ini kami membagi enam kelompok yang masing-masing mengunjungi RS Bukit, RS Damian, dan RSUD Lewoleba,” jelasnya.
Selama kunjungan, para anggota Legio Maria mengadakan doa bersama, memberikan penguatan iman, serta mendampingi pasien dan keluarga mereka.
Kunjungan ini disambut baik oleh pihak rumah sakit. PLT Direktur RS Bukit Lewoleba, dr. Yeyen, menyampaikan apresiasi atas kehadiran kelompok rohani tersebut.
“Kami adalah rumah sakit berbasis Katolik, tetapi kami sangat terbuka menerima siapa saja yang datang dengan tujuan untuk berdoa dan memberikan penguatan bagi pasien. Kami percaya bahwa segala usaha medis tanpa campur tangan Tuhan tetap tidak sempurna,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan kondisi pelayanan kesehatan di RS Bukit saat ini. Rumah sakit tersebut masih kekurangan dokter spesialis, terutama penyakit dalam dan spesialis anak.
“Saat ini hanya ada satu dokter spesialis anak yang melayani tiga rumah sakit di dalam kota Lewoleba. Kami sedang berupaya untuk mendapatkan tenaga spesialis tambahan,” kata dr. Yeyen.
Terkait kasus kesehatan, ia mengungkapkan bahwa RS Bukit saat ini menangani berbagai penyakit dengan angka kunjungan tinggi, seperti DBD, tipes, asma, bronkitis pada anak, serta pasien gagal jantung yang membutuhkan observasi ketat.
Menurutnya, buruknya personal hygiene anak serta paparan asap rokok dari orang tua menjadi faktor pemicu berbagai penyakit pernapasan. Kasus asma umumnya dialami oleh anak-anak dengan riwayat alergi.
Di RS Bukit,jelas Yeyen, doa bersama antara staf dan pasien juga menjadi agenda rutin pada jam-jam tertentu, sejalan dengan nilai dasar rumah sakit tersebut.
Hari Orang Sakit Sedunia, yang diperingati setiap 11 Februari dan bertepatan dengan Peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes, ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1992 sebagai momentum untuk mengajak umat beriman memberikan perhatian, doa, dan dukungan kepada mereka yang sakit maupun menderita.
Melalui kegiatan kunjungan dan doa ini, Legio Maria berharap dapat terus menghadirkan kehadiran Gereja yang peduli dan mendampingi, terutama bagi mereka yang sedang melewati masa sulit karena penyakit. (adabnewsteam).




Berita Terkait
Dinkes Lembata Lakukan Foging di Daerah Endemi DBD
15 Kasus DBD di Lewoleba Barat, Dinas Kesehatan Lembata Lakukan Langkah Preventif