Diterpa Banyak Kendala, Bank Sampah Lembata Mulai Produksi Pupuk Kompos

photo author
- Senin, 19 Januari 2026
Diterpa Banyak Kendala, Bank Sampah Lembata Mulai Produksi Pupuk Kompos
Dapatkan full source code Asli

Lembata — AKTIVITAS pengelolaan sampah oleh Bank Sampah Cahaya Agate Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada pengiriman sampah plastik, kardus, besi dan buku bekas ke luar daerah.

Hingga kini, satu kontainer sampah belum dapat diberangkatkan akibat terbatasnya jadwal kapal laut serta kondisi Pelabuhan Very Waijarang yang masih mengalami kerusakan. Padahal, proses pengepakan sampah dengan menggunakan mesin Press sampah sudah berjalan baik dan telah dimasukan ke dalam kontainer. 

Ketua Umum Bank Sampah Cahaya Agate, Adi Leyn,  kepada media ini, Senin (19/1/2026), menjelaskan, penyeberangan sampah plastik ke Kupang belum dapat dilakukan secara optimal karena hambatan operasional pelabuhan Very Waijarang. 

Selain itu, pengiriman ke Surabaya juga masih terbatas karena hanya dapat dilakukan melalui kapal Sabuk Nusantara yang melayani muatan kontainer dengan jadwal tidak menentu.

“Ke Surabaya khusus muat kontainer. Kapal Sabuk Nusantara ada yang masuk sebulan sekali, bahkan ada yang dua bulan sekali. Saat ini kami masih bergabung dengan teman-teman yang mengirim besi dan plastik,” ujar Adi Leyn.

Ia menambahkan, mulai bulan depan Bank Sampah Cahaya Agate menargetkan dapat melakukan pengiriman secara mandiri, meski masih menggunakan pola muatan campuran seperti besi dan kertas untuk menyesuaikan kapasitas angkutan laut.

Di tengah keterbatasan distribusi, Bank Sampah Cahaya Agate terus memperluas layanan pengelolaan sampah di wilayah Lembata. 

Saat ini Bank Sampah Cahaya Agate diperkuat sekitar 50 tenaga kerja yang tersebar di 7 kelurahan. Di wilayah Kedang, sebanyak 20 orang telah terlibat dan didukung dengan upaya penyediaan bentor sebagai sarana pengangkutan. 

Sementara itu, di Ile Ape, Bank Sampah masih dalam tahap persiapan operasional.

Adi Leyn juga mengungkap,  Bank Sampah Ile Ape telah mengembangkan berbagai karya kreatif, seperti pembuatan ecobrick serta olahan berbahan kertas dan plastik.

Selain pengelolaan sampah anorganik, Bank Sampah Cahaya Agate kini mulai serius menangani sampah rumah tangga. Dalam waktu satu minggu terakhir, penanganan sampah rumah tangga telah berjalan dan diarahkan untuk mendukung produksi pupuk kompos.

“Pengolahan sampah organik untuk pupuk kompos mulai bergerak minggu ini. Lokasi sudah kami siapkan, ada dua titik, di wilayah timur dan barat,” jelasnya.

Sejak September 2025, para pekerja kebersihan di masing-masing kelurahan telah dinyatakan lolos sebagai PPPK. Dengan kondisi tersebut, pengelolaan sampah rumah tangga kini mulai dialihkan dan diperkuat melalui peran Bank Sampah, sebagai bagian dari upaya penanganan persoalan sampah secara berkelanjutan di Kabupaten Lembata. (adabnewsteam).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE