Ragam Motif Sarung hingga Musik Tradisional Khas Nusantara Ramaikan Karnaval Pembuka Festival Internasional Lamaholot

photo author
- Rabu, 01 Juli 2026 | 10:13 WITA
Ragam Motif Sarung hingga Musik Tradisional Khas Nusantara Ramaikan Karnaval Pembuka Festival Internasional Lamaholot
Penari mengenakan busana khas Sumba dari Paguyuban Sumba di Lembata ramaikan festival internasional Lamaholot

LEWOLEBA – Karnaval budaya yang membuka Festival Internasional Lamaholot 2026 berlangsung meriah di Kota Lewoleba, Rabu (1/7/2026) petang. Berbagai motif tenun ikat, busana adat, tarian, hingga musik tradisional khas Lamaholot menjadi suguhan utama yang memikat ribuan warga dan wisatawan.

Berdasarkan pantauan media ini, Karnaval budaya yang mengawali Festival Internasional Lamaholot, Rabu (1/7/2026) petang, bukan sekadar pawai biasa. Beragam kekayaan budaya Lamaholot ditampilkan secara meriah melalui motif tenun ikat, busana adat, tarian tradisional, hingga alunan musik khas yang menggema sepanjang rute karnaval.

Peserta yang terdiri dari instansi pemerintah daerah, komunitas seni, hingga berbagai paguyuban daerah di Kota Lewoleba tampil dengan identitas budaya masing-masing. Mereka memulai arak-arakan dari eks Kantor Bupati Lembata dan berakhir di kawasan wisata Pantai Wulen Luo.

Keunikan budaya Lamaholot semakin terasa melalui ragam sarung tenun dan busana tradisional yang dikenakan peserta. Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Lembata, karnaval ini juga menjadi panggung persatuan budaya Nusantara.

Berbagai busana adat dari daerah lain di Indonesia turut memeriahkan parade, mulai dari pakaian tradisional Sumba, Sabu Raijua, hingga Batak Karo. Kehadiran mereka menambah warna sekaligus memperkuat semangat keberagaman dalam Festival Internasional Lamaholot.

Festival Internasional Lamaholot di Kabupaten Lembata, Nusa Tengara Timur sendiri kembali menorehkan prestasi dengan terpilih untuk ketiga kalinya dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026, yang merupakan program strategis Kementerian Pariwisata.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lamaholot. Festival ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Ribuan tenaga kerja, pelaku seni, dan pelaku UMKM terlibat dalam penyelenggaraan festival. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Festival Internasional Lamaholot bukan sekadar perayaan budaya, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, Festival Internasional Lamaholot terus mengukuhkan diri sebagai salah satu agenda budaya terbesar di kawasan timur Indonesia sekaligus menjadi kebanggaan bersama masyarakat Lamaholot. (ADABNEWSTEAM). 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE