LEWOLEBA — SMP Negeri 1 Nubatukan, kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/12/2025), melaksanakan pembagian raport Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026.
Pembagian buku rapor bagi siswa ini sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar peserta didik dan pengendalian mutu pendidikan nasional, ditandai pembagian hadiah bagi siswa berprestasi.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Ujian Semester Ganjil SMPN 1 Nubatukan, Hans Labina, di Lewoleba saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan kegiatan pembagian repot.
Hans menjelaskan, pelaksanaan penilaian mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 58 ayat 1 yang menegaskan bahwa evaluasi dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan. Selain itu, penilaian juga berpedoman pada Permendikbud terkait standar penilaian hasil belajar dan standar kompetensi lulusan setiap mata pelajaran.
"Ujian Semester Ganjil bertujuan untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik selama satu semester, sekaligus menjadi alat pengendali mutu pendidikan dan sarana memotivasi siswa untuk meningkatkan kualitas belajar pada jenjang berikutnya," ungkap Hans Labina.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian utama berlangsung pada 1–5 Desember 2025, sedangkan ujian susulan dijadwalkan pada 6–9 Desember 2025. Ujian diikuti oleh 689 siswa, dengan rincian kelas VII sebanyak 235 siswa, kelas VIII 219 siswa, dan kelas IX 235 siswa yang tersebar dalam 7 rombongan belajar di masing-masing tingkat.
Bentuk penilaian dilakukan secara tertulis menggunakan kertas dan pensil untuk kelas VII dan VIII, serta berbasis daring untuk kelas IX.
Ujian kelas IX dilaksanakan menggunakan Chromebook dan aplikasi berbasis Android. Sementara itu, keterbatasan kepemilikan perangkat Android masih menjadi kendala di kelas VII dan VIII. Tercatat 95 siswa belum memiliki ponsel, dengan 62 siswa di kelas VIII dan 33 siswa lainnya di tingkat lain.
Sebanyak 10 mata pelajaran diujikan, meliputi Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, Seni Budaya dan Prakarya, Informatika, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta mata pelajaran lainnya sesuai kurikulum. Selain ujian tertulis, ujian praktik dijadwalkan pada minggu terakhir kegiatan belajar mengajar (KBM) normal.
Penilaian dilakukan oleh guru mata pelajaran melalui penilaian formatif selama proses pembelajaran, seperti tugas, presentasi, dan ulangan harian, serta penilaian sumatif untuk mengukur penguasaan kompetensi peserta didik pada akhir pembelajaran unit atau bab. Seluruh kegiatan ujian dibiayai melalui Dana BOS dan dana komite sekolah Tahun Pelajaran 2025/2026.
Hans menambahkan, ke depan SMPN 1 Nubatukan menargetkan seluruh jenjang melaksanakan ujian secara daring. Karena itu, pihak sekolah mengimbau orang tua untuk mulai mempersiapkan perangkat Android bagi anak-anaknya.
Sementara dalam kesempatan pembukaan pembagian raport, Kepala SMPN 1 Nubatukan, Dra. Maria Yustina Luku, menegaskan, ujian semester tidak hanya menjadi cerminan hasil akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter dan pendewasaan peserta didik. Ia berharap hasil penilaian menjadi bahan refleksi bersama antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, SMPN 1 Nubatukan juga melaksanakan program nasional Guru Wali. Sebanyak 48 guru wali mendampingi sekitar 689 siswa, dengan rasio satu guru mendampingi 12 hingga 17 peserta didik. Program ini bertujuan memperkuat karakter dan memantau perkembangan belajar siswa melalui pendampingan intensif, termasuk komunikasi dengan orang tua melalui grup WhatsApp dan kegiatan kunjungan rumah (home visit).
Pihak sekolah menekankan pentingnya kolaborasi orang tua dan sekolah dalam membentuk karakter anak, mengingat masih ditemukannya perilaku negatif seperti tawuran dan penggunaan bahasa tidak pantas di kalangan siswa. Sekolah juga berencana mengundang orang tua dalam waktu dekat untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta membahas program-program emergensi sekolah.
Dra. Maria Yustina Luku menyampaikan apresiasi kepada 48 guru dan 6 pegawai yang bekerja secara tulus demi kepentingan peserta didik. Ia berharap adanya dukungan, transparansi, dan gotong royong dari orang tua, termasuk melalui dana komite, untuk mendukung pengembangan karakter dan prestasi siswa, baik akademik maupun nonakademik.
Semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 dijadwalkan mulai pada Senin, 5 Januari 2026. (adabnewsteam).




Berita Terkait
TARIAN ADAT ORANG LEWUHALA DIAMBANG DEGRADASI NILAI?
Gerindra Rayakan HUT dengan Jalan Santai dan Aksi Pungut Sampah
Satu Bulan Tak Beroperasi, Embarkasi dan Debarkasi KMP Fery Pindah Ke Pelabuhan Laut Lewoleba
Banjir dan Angin Kencang Di Ile Ape Rusak Jalan dan Ruang Kelas, BPBD Lembata Lakukan Kaji Cepat
Warga Desa Waimatan Pelajari Kearifan Lokal Muro di Desa Lamawolo
Pemda Lembata Keluarkan Himbauan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Workshop Diseminasi Hasil Survei Kekerasan dan Bullying di Satuan Pendidikan di Lembata
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat–Sangat Lebat, Lembata Masuk Status Siaga
Pembayaran Gaji PPPK Menanti Koordinasi Pemda Bersama Kemenkeu
Responsif, Kontraktor Langsung Perbaiki Ruas Jalan Lamalera–Puor yang Disorot DPRD