LEMBATA – Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan pengamatan periode 26 Juni 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut itu tercatat mengalami 59 kali letusan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok melaporkan, tinggi kolom erupsi berkisar antara 200 hingga 500 meter di atas puncak kawah dengan warna asap putih hingga kelabu. Asap kawah utama teramati bertekanan lemah dengan ketinggian 50–100 meter di atas puncak.
Selain letusan, aktivitas vulkanik juga ditandai dengan lontaran material pijar ke sektor tenggara sejauh kurang lebih 500 meter dan ke arah selatan sekitar 300 meter dari bibir kawah. Letusan tersebut disertai suara gemuruh atau dentuman dengan intensitas lemah hingga sedang.
Data kegempaan mencatat sebanyak 59 gempa letusan dengan amplitudo 5,3–40 milimeter dan durasi 16–100 detik. Selain itu, terjadi 72 gempa hembusan, satu gempa vulkanik dalam, serta satu gempa tektonik jauh.
Kondisi cuaca di sekitar gunung pada periode pengamatan umumnya cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 25–31 derajat Celsius. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ili Lewotolok tetap berada pada Level II (Waspada).
Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung. Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas yang dapat mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
Selain itu, masyarakat di sekitar gunung dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata untuk menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu.
PVMBG juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, guna memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas vulkanik.
Laporan aktivitas tersebut disusun oleh Stanislaus Ara Kian, A.Md., berdasarkan data Kementerian ESDM melalui Badan Geologi dan PVMBG. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Festival Internasional Lamaholot 2026 Siap Hadirkan Karnaval Budaya hingga Post Tour Desa Wisata
Dana Bumdes Puluhan Juta Raib, Ketua Bumdes Desak Oknum Polisi Segera Kembalikan
Tiket Internasional Lamaholot Festival Mulai Dijual, Pengunjung Berpeluang Dapat Sepeda Listrik
Usai Di Demo Warga, Polres Lembata Janji Seriusi Penanganan Kasus Kematian Kades Laranwutun
SMPN 7 Maret Hadakewa, Hidupkan TPPK, Terapkan Sanksi Edukatif Cegah Kekerasan di Sekolah
Wabup Lembata Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih 2025: Langkah Strategis Membangun Fondasi Ekonomi Desa
Dinilai Berhasil Tekan Angka Stunting, Bupati Lembata Terima Penghargaan Dari Kemenkes RI
Gerindra Rayakan HUT dengan Jalan Santai dan Aksi Pungut Sampah
Ayo Tanam Buah, SPPG Lewoleba Tengah dibawa Yayasan Bintang Olimpic Indonesia Mulai beroperasi
Warga Desa Waimatan Pelajari Kearifan Lokal Muro di Desa Lamawolo