LEMBATA – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pariwisata mulai menjual tiket masuk Festival Lamaholot Internasional 2026 seharga Rp10.000 per lembar.
Tiket tersebut tidak hanya menjadi tanda masuk bagi pengunjung, tetapi juga akan diundi dengan berbagai hadiah menarik, termasuk hadiah utama berupa sepeda listrik.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack A. Wuwur, saat ditemui Rabu (24/6/2026) menjelaskan, kebijakan penjualan tiket dilakukan sebagai bentuk promosi atas festival, apresiasi kepada pengunjung sekaligus untuk memperoleh data yang valid mengenai jumlah kunjungan selama festival berlangsung.
"Tiket ini berfungsi sebagai bentuk apresiasi bagi pengunjung. Nantinya akan diundi dengan hadiah utama sepeda motor listrik, handphone, laptop dan sepeda biasa, di luar doorprize yang sudah disiapkan. Selain itu, kami juga ingin memiliki data yang valid tentang jumlah pengunjung yang hadir," ujarnya.
Menurut Jack, penjualan tiket juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk datang dan terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan festival. Pemerintah ingin melihat sejauh mana respons publik terhadap pelaksanaan festival budaya berskala internasional tersebut.
Untuk memperluas distribusi tiket, Dinas Pariwisata membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membantu penjualan tiket dengan memberikan insentif sebesar 10 persen dari setiap lembar tiket yang berhasil dijual.
"Tiket mulai dijual hari ini hingga hari pelaksanaan kegiatan. Pada tahap awal kami menyiapkan 5.000 lembar tiket. Jika habis, akan dicetak kembali," katanya.
Jack juga berharap dukungan dari pelaku UMKM yang akan terlibat dalam festival serta partisipasi berbagai pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama untuk pembangunan fasilitas toilet umum tambahan. Meski demikian, panitia juga telah menyiapkan sejumlah toilet portabel guna menunjang kenyamanan pengunjung.
Festival Lamaholot Internasional tahun ini akan melibatkan seluruh etnis Lamaholot yang berada di Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, hingga wilayah Alor. Momentum liburan pertengahan tahun diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Lembata.
Selain menghadirkan tokoh masyarakat, mitra pariwisata dan perwakilan BUMN, festival juga akan diikuti wisatawan mancanegara.
Hingga saat ini, sedikitnya 12 wisatawan asing telah mengonfirmasi kehadiran mereka.
Berbagai paket wisata turut disiapkan dalam agenda festival, di antaranya tur tenun tradisional ke Atawolo dan Watuwawer, kunjungan ke Pesta Kacang di Atawatung, wisata budaya Muro, hingga aktivitas wisata bahari seperti whale and dolphin watching.
Kegiatan pengamatan paus dan lumba-lumba tersebut akan dipromosikan lebih luas melalui keterlibatan tim media yang turut mengikuti perjalanan wisata.
"Kami juga mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata Provinsi dan diminta memastikan seluruh aspek keselamatan wisatawan berjalan dengan baik," ungkap Jack.
Dari sisi persiapan lokasi, panitia mengutamakan penggunaan material lokal dan meminimalkan penggunaan tenda pabrikan. Konsep ini diterapkan tidak hanya pada area utama festival, tetapi juga di kawasan UMKM yang akan menampilkan beragam produk unggulan daerah.
Berbagai atraksi budaya dan ekonomi kreatif akan menjadi daya tarik utama, mulai dari demonstrasi tenun ikat, pameran pangan lokal, hingga pertunjukan budaya khas Lamaholot.
Festival Internasional Lamaholot 2026 dijadwalkan dibuka pada 1 Juli 2026 dengan diawali Karnaval Budaya Lamaholot, yang akan menampilkan kekayaan budaya dari berbagai wilayah penutur bahasa dan budaya Lamaholot di Nusa Tenggara Timur. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
TARIAN ADAT ORANG LEWUHALA DIAMBANG DEGRADASI NILAI?
Rampingkan Postur Birokrasi, Pemda Lembata Tekan Belanja Pegawai
Pelatihan Mendalan IM Service 2 Resmi Dibuka, Dinas Pendidikan Lembata Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Kapolres Lembata: KUHAP Baru Lebih Berimbang, Buka Peluang Restorative Justice
Begini Cara Plan Indonesia Mengubah Cara Pandang, Mengakhiri Kekerasan Anak di Sekolah
Di Antara Aroma Buku dan Riuh Festival, Nusa Indah Hadirkan Napas Literasi di Lembata
Pipa PDAM Lembata Rusak, Distribusi Air di Lewoleba Terganggu
Pembayaran Gaji PPPK Menanti Koordinasi Pemda Bersama Kemenkeu
Kebijakan Berbasis Sistem Merit Berdasar Profiling ASN Kerap Jadi Jargon Kosong
Forum Peduli Persebata Gelar Nobar Laga Persebata vs Gresik United di Simpang Lima Wangatoa