adabnews.com
Lembata, 21 November 2025 — Warga Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, pelajari kearifan lokal muro di Pantai Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/11). Kegiatan ini dimoderatori Sherly Maran dan dibuka Direktur Barakat, Benediktus Bedil.
Dalam sambutannya, Direktur Barakat menegaskan pentingnya menghidupkan kembali praktik muro karena bukan hanya berdampak pada ekonomi masyarakat, tetapi juga membantu mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Ia menandaskan, Muro yang dipraktikkan di Desa Lamawolo merupakan muro berbasis adat, di mana pengelolaan dan pengawasan sumber daya laut dilakukan dengan memegang teguh nilai-nilai adat turun-temurun. Tradisi ini ditandai dengan sumpah adat yang mengikat warga untuk menjaga laut dan tidak merusaknya.
Dalam sesi diskusi, tokoh adat, kelompok muro, dan pokmaswas memaparkan motivasi, proses pembentukan muro, ritual adat yang dijalankan, tantangan yang dihadapi, hingga berbagai solusi dan harapan untuk keberlanjutan kearifan lokal tersebut.
Antusiasme warga Waimatan terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ketertarikan mereka untuk mempelajari praktik muro. “Kami ingin terus menjaga kearifan lokal ini agar anak cucu kami dapat menikmati hasilnya,” ujar Simon, salah satu warga.
Menutup kegiatan, kelompok muda dan tim muro Lamawolo bersama peserta melakukan penurunan bioriftek di zona inti muro Lamawolo sebagai bagian dari rangkaian Program DREAMS kerja sama Barakat dan IDEP.
Bio Reeftek, yaitu struktur terumbu buatan yang dirancang untuk membantu memulihkan ekosistem laut—khususnya terumbu karang—yang mengalami kerusakan.
“Kearifan lokal yang bagus ini perlu terus kita jaga. Kalau kita rusak laut, anak-anak kita besok lusa tidak ada lagi ikan yang baik,” kata tokoh adat Lamawolo, Patrisisius.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi muro dan kelestarian lingkungan, serta memperkuat nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. (adabnewsTEAM).




Berita Terkait
Di Balik Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Lembata Yang Terus Bertambah
Penambahan CPNSD dan PPPK Jadi Beban Daerah, Lembata Butuh Investasi untuk Perkuat Fiskal
Krisis Kapasitas Layanan: Pemkab Lembata Dorong Pembenahan Menyeluruh Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak
Dana Non-Earmark Belum Cair, Penyerapan Anggaran di 83 Desa di Lembata Terhambat
Horeeee...Pekan Depan PPPK Bisa Gajian
Tim Damkar Gerak Cepat Padamkan Karhutla, Titik Hotspot di Lembata 2.367 Ha
Bupati Lembata: Diaspora Adalah Jembatan Pemasaran UMKM, Pangan, Dan Hasil Laut NTT
SMPN 1 Nubatukan Bagi Rapor Semester Ganjil Bagi 689 Siswa
Pelatihan Mendalan IM Service 2 Resmi Dibuka, Dinas Pendidikan Lembata Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Setetes Harapan untuk Nubahaeraka: PLN Hadirkan Akses Air Bersih di Momen HLN ke-80