Warga Desa Waimatan Pelajari Kearifan Lokal Muro di Desa Lamawolo

photo author
- Sabtu, 22 November 2025
Warga Desa Waimatan Pelajari Kearifan Lokal Muro di Desa Lamawolo
Pemuda Desa Lamawolo saat menurunkan Bioriftek untuk pemulihan terumbu karang di wilayah laut Desa itu
Dapatkan full source code Asli

adabnews.com

Lembata, 21 November 2025 — Warga Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, pelajari kearifan lokal muro di Pantai Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/11). Kegiatan ini dimoderatori Sherly Maran dan dibuka Direktur Barakat, Benediktus Bedil. 

Dalam sambutannya, Direktur Barakat menegaskan pentingnya menghidupkan kembali praktik muro karena bukan hanya berdampak pada ekonomi masyarakat, tetapi juga membantu mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Ia menandaskan, Muro yang dipraktikkan di Desa Lamawolo merupakan muro berbasis adat, di mana pengelolaan dan pengawasan sumber daya laut dilakukan dengan memegang teguh nilai-nilai adat turun-temurun. Tradisi ini ditandai dengan sumpah adat yang mengikat warga untuk menjaga laut dan tidak merusaknya.

Dalam sesi diskusi, tokoh adat, kelompok muro, dan pokmaswas memaparkan motivasi, proses pembentukan muro, ritual adat yang dijalankan, tantangan yang dihadapi, hingga berbagai solusi dan harapan untuk keberlanjutan kearifan lokal tersebut.

Antusiasme warga Waimatan terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ketertarikan mereka untuk mempelajari praktik muro. “Kami ingin terus menjaga kearifan lokal ini agar anak cucu kami dapat menikmati hasilnya,” ujar Simon, salah satu warga.

Menutup kegiatan, kelompok muda dan tim muro Lamawolo bersama peserta melakukan penurunan bioriftek di zona inti muro Lamawolo sebagai bagian dari rangkaian Program DREAMS kerja sama Barakat dan IDEP.


Bio Reeftek, yaitu struktur terumbu buatan yang dirancang untuk membantu memulihkan ekosistem laut—khususnya terumbu karang—yang mengalami kerusakan.

“Kearifan lokal yang bagus ini perlu terus kita jaga. Kalau kita rusak laut, anak-anak kita besok lusa tidak ada lagi ikan yang baik,” kata tokoh adat Lamawolo, Patrisisius.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi muro dan kelestarian lingkungan, serta memperkuat nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. (adabnewsTEAM).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Terkini

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE