Lewoleba – adabnews.com
Bupati Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Petrus Kanisius Tuaq, Rabu, 19 November 2025, menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI atas pencapaian intervensi spesifik penurunan stunting untuk kategori Regional III.
Angka stunting Lembata tahun 2024 berhasil ditekan hingga berada di angka 7,9%, jauh di bawah rata-rata Propinsi NTT yang masih bertengger di angka 15,20%.
Karena itulah, Pemda Lembata menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI atas pencapaian intervensi spesifik penurunan stunting untuk kategori Regional III.
Dinas Kesehatan Lembata di bawah kepemimpinan dr. Goerillya Agustinus Huar Noning berhasil berkoordinasi dan menggerakkan perangkat kerja dinas untuk menurunkan angka stunting di Lembata.
Berkat kerja keras tersebut, tanggal 12 November 2025 lalu di Jakarta, diserahkan penghargaan yang dinilai sebagai pengakuan Negara atas keberhasilan kerja kolaboratif berbagai pihak di Kabupaten Lembata.
Pemerintah Kabupaten Lembata menyebut capaian tersebut merupakan hasil konsistensi kerjasama lintas sektor, mulai dari penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, intervensi gizi di desa, hingga perbaikan perilaku hidup sehat di tingkat keluarga.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, mengakui penghargaan ini mrupakan dampak nyata dari kerja bersama pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, sektor swasta dan masyarakat Lembata.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, termasuk para bidan desa, petugas gizi, kader posyandu, dan kepala puskesmas yang bekerja di wilayah-wilayah terpencil. Menurut dia, peran mereka menjadi kunci keberhasilan menurunkan angka stunting secara signifikan.
Meski demikian, Bupati Kanis menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan akhir dari upaya pembangunan kesehatan di Lembata. Pemerintah daerah, kata dia, tetap harus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, membenahi basis data intervensi gizi, serta menghidupkan kembali posyandu sebagai pusat edukasi dan pemantauan tumbuh kembang balita.
“Kita memastikan setiap desa berpartisipasi dalam pencegahan stunting. Tidak boleh ada satupun anak yang tertinggal,” sebutnya, Rabu 19 November 2025.
Bupati juga menyoroti keterkaitan upaya kesehatan dengan sektor lain seperti sanitasi, ekonomi rumah tangga, dan budaya pangan. Ia menegaskan bahwa pembangunan kemandirian pangan melalui visi Nelayan, Tani, dan Ternak menjadi bagian penting dalam menjaga penurunan stunting di daerah. (AdabnewsTEAM).
Berita Terkait
Survei Ungkap Pengetahuan Soal HIV/AIDS Cukup Tinggi, Namun Sikap Pencegahan Masih Kontradiktif
Bedah Mayat Dua Jam, Forensik Temukan Patah Tulang Kepala Jadi Penyebab Kematian Mantan Kades Laranwutun
Jaga Stabilitas Harga, ASN Lembata Wajib Pesan Beras Lewat Pelni Mart Mulai Januari 2026
Pemilik Pohon Cendana Layangkan Somasi, PLN Dituntut Ganti Rugi 120 Juta
Bupati Lembata Pastikan Dukungan Serius Bagi Warga Purna Migran Yang Beralih Profesi Jadi Petani
Meriah, Ini Hasil Lomba Hardiknas Tingkat Kecamatan Nubatukan 2026
Pemda Bungkam, Satu Sampel Ayam Berulat Mengandung Bakteri Patogen Berbahaya, Satu Lagi Penuhi Standar Kesehatan
Ketua DPRD Nilai Dampak Negatif Efisiensi Berlanjut, Infrastruktur Publik Jatuh ke Titik Nadir
Dua Pekan Persiapan, Selvan Rafael Kapitan Sabet Juara 1 Lomba Bahasa Inggris di Hardiknas ke 66
Di Antara Aroma Buku dan Riuh Festival, Nusa Indah Hadirkan Napas Literasi di Lembata