PANAMA – SUASANA penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 UBSP Watar Letar di Desa Panama, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan diawali dengan pawai solidaritas yang melibatkan seluruh unit dan anggota dari berbagai kelompok usia, dengan total peserta 150 orang.
Ketua Pengurus UBSP Watar Letar, Stanislaus Tawe, saat membuka kegiatan mengatakan, pawai tersebut menjadi simbol perjalanan panjang UBSP yang selama 25 tahun terus bertumbuh berkat penyertaan Tuhan.
"Ini adalah pawai solidaritas, karena kita berjalan bersama-sama. Tidak ada orang yang tertinggal. Selama 25 tahun kita dibimbing dan dilindungi oleh Tuhan," ujar Stanislaus.
Menurutnya, pawai tersebut juga menjadi momentum transformasi bagi seluruh anggota UBSP untuk menunjukkan semangat persatuan dan pemberdayaan masyarakat.
"Ini pawai transformasi. Dari langkah kecil hari ini kita tunjukkan kepada tanah air dan masyarakat Panama bahwa UBSP akan terus bergerak jika kita semua bersatu. Semangat kita adalah bersatu dan percayalah," katanya.
Stanislaus menjelaskan, titik awal pawai sengaja dimulai dari batas KBG Thomas Garnet sebagai simbol mengenang sejarah perjalanan UBSP Watar Letar sejak tahun 2001.
"Kita pulang mengukir sejarah. Tahun 2001 menjadi titik awal perjalanan itu, dan hari ini kita bergerak dari titik 2001 menuju puncak 2026 di kompleks Sosek 3. Langkah kita mungkin sudah ribuan kali, karena itu mari kita memohon doa restu dari semua pihak," ungkapnya.
Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Desa Panama, Ketua Dewan Stasi Maria Imakulata Panama, Ketua RT 06 Dusun Alirobiq, Ketua KBG Thomas Garnet, jajaran pengurus UBSP, serta para peserta pawai yang berasal dari Komunitas Basis Gerejawi (KBG), Sosek 1, Sosek 2, dan Sosek 3.
Pelepasan kontingen pawai ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Desa Panama, Antonius Rahaq Lelangwayan.
Dalam sambutannya, Antonius menyampaikan apresiasi atas kekompakan yang ditunjukkan keluarga besar UBSP Watar Letar.
"Kegiatan ini sangat luar biasa. Saya pertama kali melihatnya dari postingan di Facebook dan saya sangat bangga. Kekompakan yang ditunjukkan sungguh luar biasa. Seandainya seluruh masyarakat Panama seperti ini, tentu Panama akan semakin maju," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan UBSP hingga mencapai usia 25 tahun tidak terlepas dari komitmen para anggota dalam memegang teguh nilai persatuan dan saling mencintai.
"Sebagai pemerintah desa saya menyampaikan terima kasih. Kuncinya adalah memegang kuat moto organisasi dan saling mencintai. Saya yakin UBSP akan terus eksis dan berkembang. Kami dari pemerintah desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya," katanya.
Antonius juga mengajak seluruh peserta untuk terus bersyukur kepada Tuhan dan mengenang kembali perjalanan awal UBSP yang dimulai dari jalan yang sama.
"Saya ingin membangkitkan semangat seluruh kontingen. Ingat moto UBSP Watar Letar, yakni 'Bersatu dan Percayalah'. Hanya dengan semangat itu kita bisa merayakan 25 tahun perjalanan UBSP hari ini," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Stasi Maria Imakulata Panama, Dominikus Beni Sukanto, menilai berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-25 UBSP menjadi bukti nyata keberhasilan umat dalam membangun kemandirian ekonomi dan kehidupan sosial.
"Kita menyaksikan kehidupan sosial ekonomi yang tumbuh di dalam KBG. Kemandirian ekonomi tercermin melalui Sosek 1, Sosek 2, dan Sosek 3. Sedangkan kehidupan sosial terlihat dari semangat persatuan yang diwujudkan melalui moto 'Bersatu dan Percaya'," ujarnya.
Menurut Dominikus, keberadaan UBSP selama seperempat abad menjadi bukti bahwa umat mampu membangun kekuatan ekonomi sekaligus menjaga persaudaraan dalam komunitas.
Usai pembukaan dan pelepasan pawai solidaritas, rangkaian kegiatan HUT ke-25 UBSP Watar Letar dilanjutkan dengan perlombaan gasing yang diikuti oleh perwakilan dari masing-masing kelompok sosial ekonomi (Sosek).
Perlombaan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat yang hadir. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Kiprah Forum Jurnalis Lembata dalam Menyongsong Hari Pers Nasional 2026
Hari Pahlawan 2025 di Lembata: Ketika Anak Muda Menggugat Ketimpangan Sosial dan Iklim yang Tak Lagi Adil
Festival Literasi Lembata 2026: Klinik Memicu Kegemaran Mambaca
Pemukulan Gong Tandai Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Lembata
Festival Permainan Rakyat Kupang: Saat Anak-Anak Kembali Menemukan Akarnya
Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Wujudkan Komitmen Antikorupsi, Kejari Lembata Gelar Penyuluhan Hukum dalam Peringatan HAKORDIA 2025
Air Bersih dan Perlindungan Anak: Jejak Panjang Intervensi Plan Indonesia di Lembata
Cahaya di Puncak Al Muhajirun
Dari Krisis ke Kemandirian: PLN dan Yayasan Papha Salurkan Air Bersih Tiga Dusun di Desa Nubahaeraka