Pemangku Adat Lewuhala Ajukan Protes Keras Modifikasi Tari dalam Penjemputan Gubernur NTT

photo author
- Minggu, 08 Februari 2026
Pemangku Adat Lewuhala Ajukan Protes Keras Modifikasi Tari dalam Penjemputan Gubernur NTT
Para Penari Mengenakan busana khas Lewuhala namun menari tarian modifikasi
Dapatkan full source code Asli

Lembata — PEMANGKU Adat Lewuhala, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Elias K. Making, Minggu (8/2/2026), menyampaikan keberatannya atas penampilan sekelompok penari dalam acara penjemputan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) di kota Lewoleba beberapa waktu lalu yang dinilai mengaburkan keaslian budaya Lewuhala. 

Para penari itu menampilkan busana dan irama tarian khas Lewuhala namun dengan gerak tari bukan asli Lewuhala namun telah dimodifikasi.

Melalui media ini, Elias menegaskan, penggunaan busana, irama, dan alat musik tradisional dari suatu etnis pada prinsipnya dapat dilakukan oleh siapa saja selama tetap menjaga keaslian dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. 

Namun, modifikasi gerak tari dalam penampilan tersebut dinilainya sebagai bentuk pengaburan identitas serta pelemahan kesakralan budaya Lewuhala.

“Penggunaan kostum dan irama tarian khas etnis Lewuhala tetapi menampilkan gerak tari yang dimodifikasi merupakan upaya menghilangkan keaslian, menghapus identitas, sekaligus melemahkan kesakralan budaya Lewuhala,” tegas Elias.

Menghilangkan kesakralan budaya

Menurutnya, irama dan busana tradisional adalah warisan leluhur yang mengandung nilai filosofis mengenai hubungan antarmanusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan pencipta. Modifikasi gerak tari berpotensi merusak makna tersebut.

Simbol sakral dalam busana tradisional

Busana khas Lewuhala membawa simbol-simbol yang memiliki nilai kesakralan tertentu dan penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis tarian yang dibawakan.

Pembentukan persepsi publik

Penggunaan irama dan busana khas Lewuhala dalam sebuah tarian dapat membentuk pemahaman masyarakat luar bahwa tarian tersebut adalah tarian asli Lewuhala, sehingga modifikasi dianggap menyesatkan.

Sebagai salah satu generasi pewaris budaya, Elias menghimbau agar pihak-pihak yang memodifikasi tarian Lewuhala tidak lagi menampilkan tarian dengan menggunakan atribut budaya Lewuhala dalam bentuk yang tidak sesuai pakem.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak di luar etnis Lewuhala untuk tidak melakukan modifikasi terhadap kekhasan budaya yang merupakan identitas suatu etnis.

Elias menegaskan bahwa apabila himbauan tersebut tidak diindahkan dan praktik serupa terulang di masa mendatang, ia siap menempuh langkah hukum serta menerapkan sanksi adat sesuai ketentuan yang berlaku dalam masyarakat Lewuhala.

Dengan pernyataan ini, komunitas adat Lewuhala berharap seluruh pihak lebih memperhatikan keaslian serta nilai-nilai budaya leluhur yang wajib dihormati dan dilestarikan.

Kareografer tarian yang dinilai kontriversial tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberi konfirmasi. (adabnewsteam).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE