Dua Kakatua Jambul Kuning Dikembalikan ke Habitatnya di Atakowa-Lembata

photo author
- Jumat, 13 Februari 2026
Dua Kakatua Jambul Kuning Dikembalikan ke Habitatnya di Atakowa-Lembata
Pelepasliaran dua Ekor Kakatua Jambul Kuning Di Desa Atakowa, Kabupaten Lembata, NTT
Dapatkan full source code Asli

DUA ekor kakatua jambul kuning dilepas kembali ke habitat alamnya di Duang Boro, Desa Atakowa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/2/2026). 

Pelepasliaran ini dilakukan setelah unggas dilindungi tersebut sempat terjerat di kebun milik Markus Lidun.

Desa Atakowa dikenal memiliki dua titik habitat kakatua jambul kuning, yakni kawasan keramat Duang Bera, serta kawasan Ape Eba, area kebun tempat penangkapan burung ini terjadi. 

Warga menyebut, pada pagi dan sore hari, puluhan kakatua biasanya turun mencari makan, khususnya jagung. 

Markus Lidun, pemilik kebun tempat kakatua terjerat, mengatakan burung-burung itu rutin menyerbu kebunnya.

“Bisa 30-an ekor turun satu kali. Kebun saya selalu jadi sasaran, sekitar jam 3 atau 4 sore. Setiap hari saya jaga, pulang jam 7 malam,” ujarnya. 

Ia mengaku memasang jerat dari tali urat untuk menjaga tanaman jagungnya, hingga akhirnya dua ekor kakatua tertangkap.

Kepala Desa Atakowa,Yosep Magun mengatakan, Populasi kakatua di Desa Atakowa cukup banyak. Pada tahun 1990, warga setempat kerap menangkap burung ini karena jumlahnya saat itu masih sangat banyak. Selain kakatua jambul kuning, wilayah Atakowa juga menjadi habitat burung Nuri dan Beo.

Reaksi Publik dan Tindakan Cepat Forum PRB, TRC–BPBD Lembata

Setelah Markus mengunggah kejadian itu di grup Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB), berbagai respons datang dari banyak pihak. Tim Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) kabupaten Lembata, Kabid Kedaruratan dan Siaga BPBD Lembata, Yusuf Lamabelawa, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lembata bersama perwakilan BPBD, menuju Atakowa untuk mengevakuasi dan kemudian melepaskan burung-burung tersebut.

Pelepasliaran dilakukan bersama Ketua Forum PRB Kabupaten Lembata, Alexander Raring, serta Markus Huban, dan disaksikan Kepala Desa Atakowa, Yosep Magun.

Alexander Raring menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana. “Ini salah satu upaya menjaga keberlangsungan hidup satwa di sekitar kita. Kita jaga alam, alam jaga kita,” ujarnya.

Setibanya di Ape Eba, Markus Lidun sendiri yang membuka sangkar dan melepas kakatua tersebut kembali ke alam. “Hari ini saya lepas kalian, bebas pergi ke tempatmu. Tolong jangan ganggu tanaman saya lagi, ” katanya lirih saat kedua kakatua mengepakkan sayap dan terbang menuju pepohonan.

Upaya Pelestarian yang Perlu Dilanjutkan

Duang Boro dan Eba Tobi kini kembali dipastikan sebagai kantong habitat penting bagi kakatua jambul kuning. Pemerintah desa dan warga diharapkan menjaga area ini dari praktik perburuan dan pemasangan jerat, demi keberlanjutan spesies burung langka tersebut.

Dengan pelepasliaran dua kakatua ini, Desa Atakowa menegaskan komitmennya menjaga keanekaragaman hayati sekaligus mengembalikan harmoni antara manusia dan alam. (adabnewsteam). 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berikan Komentar

info Silakan tulis komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.

Berita Terkait

Terkini

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE