AKTIVIS HAM dan pejuang agraria Eva Susanti Bande menggenapi keberaniannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan petani yang tertindas dengan cara mendaftarkan diri sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Eva datang menyerahkan persyaratan di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Kamis 29 Desember 2022. Kedatangan perempuan berkulit sawo matang itu langsung diterima beberapa Komisioner KPU Sulteng.
Dikenal getol berjuang digaris terdepan menyelematkan hak atas tanah garapan bagi petani, Eva mengakui jika kehadirannya sebagai bakal calon DPD RI tak lepas dari dukungan masyarakat luas serta petani khususnya.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan masyarakat, sehingga bisa mendaftarkan diri," ucap Eva kepada awak media.
Dari dulu Eva sudah dikenal sebagai tokoh aktivis nasional yang hingga kini terus melakukan kampanye pembelaan petani tertindas. Semua dilakukan tak pandang tempat, di tengah demonstrasi kecil sampai didunia internasional.
Sebagai Inisiator Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) Sulteng, Eva berkomitmen akan terus membantu rakyat di sejumlah daerah yang memperjuangkan hak atas tanah akibat terjebak dalam konflik agraria.
“Selama perampasan hak rakyat atas tanah terjadi, saya tidak akan berhenti berjuang bersama rakyat, sampai keadilan agraria berdiri tegak,” tegas perempuan kelahiran Luwuk Banggai 44 tahun silam itu.
Eva mendadak terkenal kala dirinya dilaporkan ke polisi oleh manajemen PT Kurnia Luwuk Sejati (KLS). Tuduhan terhadap Eva cukup serius, yaitu menghasut warga untuk berunjuk rasa yang berujung pengerusakan aset milik PT Kurnia.
Peristiwa itu terjadi sebelas tahun lalu. Pengadilan juga sudah menjatuhkan vonis empat tahun untuk Eva. Namun Eva tidak perlu menghabiskan seluruh masa hukumannya. Perjuangannya mencuri perhatian Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 2014.
Tepat di hari Ibu tahun 2014, Eva mendapatkan grasi oleh presiden atas perjuangannya membela dan mendampingi petani Toili, Kabupaten Banggai untuk pertahankan hak tas tanah garapan..
Berita Terkait
Semarak HUT Ke-25 UBSP Watar Letar, Ratusan Peserta Ikuti Pawai Solidaritas di Panama
Terdampak 'Resesi Seks', Gaya Hidup Pasutri Korsel Berubah
Dua Kakatua Jambul Kuning Dikembalikan ke Habitatnya di Atakowa-Lembata
Waktu Habis Somasi Ganti Rugi Pemilik Pohon Cendana Ancam Tempuh Jalur Hukum
KM Lawit Resmi Singgahi Pelabuhan Lewoleba Mulai 22 Januari 2026
Kiprah Forum Jurnalis Lembata dalam Menyongsong Hari Pers Nasional 2026
PEMERINTAH KABUPATEN LEMBATA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Yustina Hekur: Dari Stigma ke Harapan — Perjuangan Ketua Kelompok Dukungan Sebaya Melawan HIV dan Diskriminasi
Menjemput Harapan ke Pelosok Lembata; Reportase Kegiatan Skrining Katarak RS Bukit Lewoleba
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat–Sangat Lebat, Lembata Masuk Status Siaga