LEMBATA — Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menghadiri kegiatan Talk Show bertajuk “Kritik, Membangun Pers Lembata Lebih Bermartabat” yang digelar Forum Jurnalis Lembata dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada Senin, 9 Februari 2026.
Acara yang digelar di cafe Dapur Inches di Pantai eks Harnus kota Lewoleba ini merupakan rangkaian penutup setelah sejumlah kegiatan jurnalistik sebelumnya.
Dalam sesi dialog tersebut, Bupati Petrus menyoroti pentingnya kritik konstruktif bagi pemerintah daerah. Ia menegaskan, kritik dari media menjadi bahan evaluasi agar berbagai persoalan sosial dan pemerintahan dapat segera dicarikan solusi.
“Mari bangun daerah sesuai profesi masing-masing. Hari ini, mari beri masukan kepada pers—kurangnya di mana—supaya kita bisa berbenah bersama,” ujar Bupati.
Menurutnya, kritik seringkali menimbulkan guncangan psikologis, namun hal itu justru membuat pemerintah semakin berhati-hati dan tepat dalam melangkah.
Ia memaparkan bahwa sejak awal kepemimpinannya, pemerintah daerah berpegang pada visi “Lembata Maju, Lestari dan Berdaya Saing” dengan enam misi dan 20 program unggulan.
Bupati juga menyinggung sejumlah program prioritas, seperti pengembangan ayam beku, jagung titi, penyediaan beras untuk ASN, penanganan BBM, hingga penanggulangan HIV/AIDS. Kritik terhadap berbagai program tersebut, katanya, telah mendorong pemerintah untuk terus melakukan pembenahan.
“Ayam beku tidak boleh kebanjiran. Kita harus menjaga keseimbangan produsen dan konsumen. Kita memiliki UU Ketahanan Pangan 2018 yang mengatur itu,” jelasnya.
Terkait kelangkaan dan distribusi BBM, Bupati mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak Pertamina Pusat dan Patra Niaga. Ia juga memberi teguran kepada sejumlah SPBU agar tetap beroperasi hingga pukul 18.00 dan tidak hanya menyalurkan BBM subsidi, tetapi juga non-subsidi.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan pentingnya peran pers dalam memberikan informasi yang benar kepada publik.
“Pers harus berani mengatakan salah jika memang salah, dengan data dan fakta yang benar agar nilai manfaatnya seimbang. Jangan pemerintah selalu salah dan masyarakat selalu benar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang lebih memercayai informasi di media sosial dibandingkan media resmi.
Karena itu, ia berharap media terus mengupgrade diri serta memproduksi pemberitaan tetap berbasis fakta agar informasi yang beredar di tengah masyarakat dapat dipertanggungjawabkan.
Mengakhiri paparannya, Bupati Petrus menegaskan bahwa dirinya lebih memilih bekerja daripada banyak berbicara.
“Saya ini bicara sedikit, tapi lebih ke menjalankan program. Saya rasa sudah memberi pelayanan maksimal. Kalau masih ada kekurangan, silakan beri masukan,” ujarnya.
Acara Talk Show HPN 2026 tersebut berlangsung hangat dan interaktif, menjadi ruang dialog penting antara berbagai pihak dengan insan pers Lembata untuk membangun hubungan yang lebih profesional dan bermartabat. (adabnewsteam).
Berita Terkait
Jaga Stabilitas Harga, ASN Lembata Wajib Pesan Beras Lewat Pelni Mart Mulai Januari 2026
Musda VI Golkar Lembata Tetapkan Target Rebut Pimpinan Legislatif dan Eksekutif
Bupati Lembata Gaspol Sentra Ternak Bukit Hog, Siapkan Pasar Ekspor Babi ke Timor Leste
Bupati Lembata Nilai Struktur Fiskal Nasional Tak Adil Bagi Daerah Kepulauan
Penambahan CPNSD dan PPPK Jadi Beban Daerah, Lembata Butuh Investasi untuk Perkuat Fiskal
Pemda Lembata Pacu Percepatan Kinerja OPD Awal 2026, Realisasi PAD 2025 Capai 88,49 Persen
SMPN 1 Nubatukan Bagi Rapor Semester Ganjil Bagi 689 Siswa
Responsif, Kontraktor Langsung Perbaiki Ruas Jalan Lamalera–Puor yang Disorot DPRD
Damkar Goes to School, Upaya Dini Penanggulangan Kebakaran di Lembata
Kukuhkan Pengurus P3A Aubala, Bupati Lembata Dorong Produktivitas dan Modernisasi Pertanian Waikomo