Lewoleba, 9 Januari 2026 —
PEMERINTAH Kabupaten Lembata mulai memacu penguatan ekonomi rakyat dari sektor peternakan. Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, turun langsung meninjau Sentra Pengembangan Ternak Babi Bukit Hog di Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Jumat (9/1), sebagai langkah konkret membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke Timor Leste.
Peninjauan ini menegaskan arah kebijakan Pemkab Lembata yang tidak lagi berhenti pada produksi, tetapi bergerak ke hilirisasi, tata niaga, dan kepastian pasar bagi peternak kecil.
Didampingi pimpinan OPD teknis, Bupati menegaskan kawasan Bukit Hog disiapkan sebagai sentra penampungan, karantina, dan pemasaran ternak babi rakyat dengan sistem pengelolaan tertib, sehat, dan berbasis standar operasional yang ketat.
Pemkab Lembata telah membangun 60 unit kandang ternak melalui APBD II, lengkap dengan kandang karantina, pos penjagaan, serta fasilitas pendukung lainnya. Setiap ternak yang dibeli dari masyarakat wajib menjalani masa karantina 14 hari sebelum masuk kandang utama.
“Ini bukan formalitas. Karantina adalah kunci menjaga kesehatan ternak, mencegah penyakit, dan menjamin kualitas babi yang akan dipasarkan,” tegas Bupati.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban kawasan, pemerintah juga menerapkan pengawasan ketat terhadap lalu lintas keluar-masuk ternak, dengan dukungan pos jaga sebagai pusat kontrol aktivitas sentra.
Kandang dibangun dengan ukuran standar 160 x 70 sentimeter, memastikan kenyamanan dan kesehatan ternak.
Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa program ini bukan proyek bisnis pemerintah, melainkan kebijakan keberpihakan kepada peternak kecil agar tidak lagi terjebak pada permainan harga pasar.
“Pemerintah menyiapkan simulasi penentuan harga agar peternak tidak dirugikan. Fokus kami bukan keuntungan daerah, tetapi kepastian pasar dan harga yang adil bagi rakyat,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Lembata telah menyiapkan struktur organisasi pengelola Sentra Ternak Bukit Hog, guna menjamin tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Terobosan penting lainnya, pemerintah daerah kini menjajaki kerja sama pemasaran lintas negara.
Pengusaha ternak babi dari Timor Leste dijadwalkan berkunjung ke Lembata pada 22 Januari 2026 untuk meninjau kesiapan lokasi serta membahas skema kerja sama pemasaran.
“Ini peluang besar. Kita siapkan dari hulu ke hilir agar ternak babi Lembata bisa masuk pasar internasional,” ungkap Bupati.
Rencana launching pembelian ternak dari masyarakat diproyeksikan berlangsung pada Februari 2026, dengan distribusi pemasaran mencakup wilayah Selandoro dan daerah tujuan lainnya.
Melalui pengembangan Sentra Ternak Bukit Hog, Pemkab Lembata menargetkan lahirnya sistem pemasaran ternak yang sehat, berdaya saing, dan berorientasi ekspor, sekaligus meningkatkan pendapatan peternak rakyat dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (Adabnewsteam).
Berita Terkait
Gunung Ili Lewotolok Erupsi 59 Kali dalam Sehari, Status Tetap Level II Waspada
Pipa PDAM Lembata Rusak, Distribusi Air di Lewoleba Terganggu
Bupati Lembata Nilai Struktur Fiskal Nasional Tak Adil Bagi Daerah Kepulauan
Kereenn, Tuan Rumah Lembata Sabet Seluruh Kategori Lomba Mancing 2026
MBG Sedot Angaran Jumbo, DPRD Soroti Banyak Sekolah Rusak di Lembata
Desa Bareng Prioritaskan Perlindungan Anak, Bantu Siswa Miskin hingga Tangani Stunting
TARIAN ADAT ORANG LEWUHALA DIAMBANG DEGRADASI NILAI?
Horeeee...Pekan Depan PPPK Bisa Gajian
Hadiri Talk Show HPN 2026: Bupati Akui Kritik Media Membantunya Membenahi Berbagai Persoalan Daerah
Jaga Stabilitas Harga, ASN Lembata Wajib Pesan Beras Lewat Pelni Mart Mulai Januari 2026