Pemkab Lembata Optimalisasi Kawasan Wisata Bukit Cinta Jadi Sumber PAD

photo author
- Sabtu, 10 Januari 2026
Pemkab Lembata Optimalisasi Kawasan Wisata Bukit Cinta Jadi Sumber PAD
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq Saat meninjau Rumah Walet di Kawasan Pariwisata Bukit Cinta
Dapatkan full source code Asli

Lewoleba, 9 Januari 2026 — PEMERINTAH Kabupaten Lembata terus berupaya memaksimalkan aset daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Salah satu langkah strategis yakni meresmikan Rumah Walet terintegrasi pariwisata di kawasan wisata Bukit Cinta, Lewoleba, oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, S.P.

Peresmian ini menjadi tonggak awal transformasi Bukit Cinta tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sumber ekonomi produktif berbasis pemanfaatan aset daerah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, serta dihadiri pimpinan OPD terkait, Pimpinan Cabang Bank NTT Lewoleba, Camat Nubatukan, konsultan, dan mitra pelaku usaha.

Dalam laporan panitia, pembangunan Rumah Walet diarahkan untuk membuka sumber pendapatan baru, mendorong tumbuhnya usaha mikro dan ekonomi kreatif lokal, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan melalui konsep pengelolaan yang berkelanjutan.

Integrasi sektor pariwisata dan usaha walet ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Rumah Walet tersebut dibangun selama 150 hari kalender, sejak 11 Juni hingga 7 Desember 2025, dengan memanfaatkan renovasi gedung Roundhouse lama di kawasan Bukit Cinta.

Pembangunan dibiayai melalui APBD Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2025 pada DPA Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan total anggaran Rp171,5 juta.

Dari aspek ekonomi, berdasarkan pengalaman pelaku usaha walet, rumah walet ini diproyeksikan mulai produktif dalam enam bulan pertama dengan populasi awal sekitar 20 ekor.

Produksi diperkirakan mencapai 0–5 kilogram per tahun, dengan estimasi 2,5 kilogram dalam enam bulan dan nilai jual mencapai Rp8 juta per kilogram, sehingga berpotensi memberikan kontribusi langsung terhadap PAD.

Dalam sambutannya, Bupati Lembata menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari arah kebijakan RPJMD, khususnya penguatan sektor pariwisata dan ekonomi daerah pasca pandemi COVID-19.

“Pemerintah daerah tidak boleh membiarkan aset terbengkalai. Aset harus dihidupkan, diberi fungsi ekonomi, dan dikelola secara profesional agar memberi manfaat nyata bagi daerah,” tegas Bupati.

Bupati juga menyebutkan bahwa saat ini Bukit Cinta memiliki dua daya tarik utama, yakni kawasan wisata dan Rumah Walet sebagai objek ekonomi baru yang menjadi uji coba penataan ulang kawasan secara menyeluruh.

Untuk memastikan keberlanjutan, Bupati menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar merawat seluruh fasilitas pendukung, termasuk penerangan dan bangunan kawasan.

Pemerintah Daerah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan aset secara profesional guna meningkatkan nilai tambah dan kontribusi PAD.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perbankan dan pelaku usaha, untuk bersinergi mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kolaborasi adalah kunci. Jika aset dikelola dengan baik dan ekonomi bergerak, maka kesejahteraan masyarakat Lembata akan tumbuh bersama,” pungkasnya. (adabnewsteam). 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE