Investor Mulai Lirik Jober, Sektor Perikanan dan Tambak Garam di Lembata

photo author
- Senin, 26 Januari 2026
Investor Mulai Lirik Jober, Sektor Perikanan dan Tambak Garam di Lembata
Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kanis Tuaq Memimpim Rapat Bersama Investor di ruang rapat Bupati
Dapatkan full source code Asli

LEWOLEBA – Sejumlah investor mulai menunjukkan minat serius untuk mengembangkan kawasan Jober, Kabupaten Lembata, khususnya di sektor perikanan, minyak, dan industri garam. 

Keseriusan tersebut ditandai dengan peninjauan langsung lokasi tambak garam serta fasilitas tangki penampungan minyak (jober) yang dibangun pada masa pemerintahan Bupati Ande Manuk.

Salah satu investor sektor minyak Jober, Agus Suprijanto, menyatakan, kebutuhan utama saat ini adalah reaktivasi Pelabuhan Jober. Menurutnya, pelabuhan tersebut perlu dilakukan perbaikan teknis dan operasional agar mampu mendukung aktivitas bongkar muat kapal secara optimal.

“Selain perbaikan pelabuhan, diperlukan juga jalur khusus dari kawasan industri menuju Pelabuhan Perindustrian untuk mengantisipasi peningkatan volume produksi dan aktivitas kapal berukuran besar,” ujar Agus dalam rapat evaluasi bersama Pemerintah Kabupaten Lembata.

Terkait penyediaan listrik, pihak PLN menyatakan bahwa kapasitas listrik di Lembata saat ini masih mencukupi. Namun, untuk mendukung operasional fasilitas strategis seperti cold storage dan penyimpanan ikan, dibutuhkan sistem cadangan listrik berkapasitas besar guna menjamin kelancaran operasional.

Sementara itu, investor industri garam, Kaseno mengungkapkan alasan memilih Lembata sebagai pusat pengembangan industri garam konsumsi Nasional.

Menurutnya, ketersediaan lahan yang luas serta iklim panas dengan tingkat penguapan tinggi menjadi keunggulan utama daerah ini.

“Indonesia masih sangat bergantung pada impor garam. Lembata memiliki potensi besar untuk menjadi sentra produksi garam nasional,” jelas Kaseno.

Dengan luas lahan sekitar 5.000 hektar, potensi produksi garam di Lembata diperkirakan mencapai 400 hingga 500 ton per hari, dan dalam jangka panjang dapat meningkat hingga 1.000 ton per hari. Pengembangan industri ini juga akan memanfaatkan teknologi modern dengan sistem penguapan alami menggunakan panas matahari.

Kaseno berharap kerja sama yang baik antara investor, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal dapat membuka jalan bagi pengembangan industri garam yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Menindaklanjuti peninjauan lapangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar rapat evaluasi selama dua hari di lokasi Jober dan tambak garam. Rapat yang melibatkan investor, OPD terkait, serta Tim Koordinator Lapangan ini dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dan berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada 22 Januari 2026.

Dalam rapat tersebut, Bupati P. Kanisius Tuaq menegaskan, keberhasilan pengembangan industri garam dan perikanan di Lembata tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pihak perusahaan.

“Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, investor, dan masyarakat agar tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung,” tegas Bupati.

Ia juga menyoroti potensi besar Lembata, mulai dari ketersediaan tenaga kerja, sumber daya alam yang melimpah, hingga iklim yang sangat mendukung proses penguapan garam.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan maksimal melalui percepatan perizinan, kejelasan status lahan, serta penyediaan akses infrastruktur.

Bupati juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil, dalam distribusi dan pengolahan garam serta ikan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Pemda setempat berjanji, akan mempercepat seluruh proses perizinan dan administrasi proyek. OPD terkait seperti Dinas Perikanan, Dinas PTSP, dan DLH diminta untuk bekerja secara terkoordinasi dalam penyelesaian izin.

Selain itu, pemerintah daerah menyatakan kesiapan menyediakan fasilitas kantor sementara tanpa biaya sewa bagi perusahaan, sembari memastikan koordinasi dengan pemerintah desa guna menjamin kepastian hukum pengelolaan lahan.

Pengembangan industri garam dan perikanan di Lembata pun mendapat dukungan penuh pemerintah daerah. Investor diharapkan segera melengkapi data teknis, desain, dan kebutuhan operasional, sementara koordinasi lanjutan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya akan terus dilakukan demi keberlanjutan proyek ini. (adabnewsteam).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Terkini

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE