Flores Timur — Di tengah kesibukan kantor, tumpukan berkas, dan ritme pelayanan publik yang kerap tak kenal waktu, sekelompok Aparatur Sipil Negara (ASN) di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memilih satu ruang kecil untuk bernapas bersama: ruang bernyanyi. Dari ruang itulah, Paduan Suara ASN Flores Timur—yang kini akrab disebut PADUS ASN FLOTIM—lahir sebagai sebuah oase baru dalam tubuh birokrasi.
Pembentukan PADUS ASN bukanlah rencana panjang yang ditata rapih sejak lama. Ia tumbuh dari percakapan-percakapan kecil, dari ide yang muncul dalam pertemuan informal beberapa ASN lintas OPD, hingga akhirnya menemukan bentuknya dalam sebuah pertemuan resmi pada 10 Juli 2025 di Aula Setda Flores Timur. Dalam suasana penuh kesederhanaan namun sarat semangat, para ASN yang hadir memilih secara aklamasi jajaran pertama pengurus PADUS ASN:
Petronela Chanel Wasi Belang, SSTP — Ketua
Joria Parmin, SST, M.Keb — Wakil Ketua
Anayulius Tanti Jari Laot, S.AP — Sekretaris
Oktavianti Indahsari, S.Sos — Humas
Basilia Surat Tadon Balaweling, S.Si — Bendahara
Ferdinandus Kesa Lewoema, S.IP — Pelatih
Pembina: Sekretaris Daerah Flores Timur, Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si
Saat itu, yang hadir sadar bahwa yang mereka bentuk bukan sekadar kelompok vokal. Mereka membangun ruang kebersamaan.
---
115 Suara, Satu Nada
Tak disangka, animo ASN begitu besar. Hanya beberapa minggu sejak dibentuk, PADUS ASN telah menampung 115 anggota dari berbagai OPD dan berbagai jabatan—mulai dari staf pelaksana, pejabat struktural, hingga fungsional. Latihan pun dijadwalkan rutin setiap Selasa dan Kamis. Jika ada agenda panggung, latihan ditambah. Disiplin adalah komitmen bersama.
“Kami bukan hanya belajar bernyanyi,” ungkap beberapa anggota dalam diskusi internal, “kami belajar mendengar, menyesuaikan tempo, dan menahan ego. Sama seperti bekerja melayani publik.”
Tampil Perdana di Momentum Bersejarah
Debut PADUS ASN Flotim langsung mendapatkan panggung kehormatan: Apel Detik-detik Proklamasi HUT RI ke-80. Dengan persiapan singkat namun intens, PADUS mampu memberikan penampilan yang rapi dan menyentuh—menjadi tanda bahwa kelompok ini bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi wadah yang dikerjakan dengan kesungguhan.
Momentum penting lainnya datang pada 29 Agustus 2025, ketika PADUS ASN FLOTIM dikukuhkan secara resmi oleh Sekda, yang sekaligus menjadi penasehat tetap. Sejak saat itu, langkah mereka semakin mantap.
Menembus Panggung Kabupaten hingga Seminar Nasional
Dalam waktu singkat, PADUS ASN menjadi wajah baru Flores Timur dalam berbagai kegiatan resmi daerah. Catatan penampilan mereka cukup mengesankan:
5 kali tampil pada Apel Kesadaran Tingkat Kabupaten; Festival Seni Teater Kabupaten Flores Timur, Festival Uto Wata di Desa Blepanawa, Festival 1000 Ketupat di Desa Lamanabi, Seminar Nasional & Gala Dinner yang diselenggarakan Bupati Flores Timur, dihadiri para kepala daerah se-NTT dan pejabat kementerian
Hadir pula dalam kegiatan yang dihadiri Ketua APKASI 2025–2030, Bursah Zarnubi
Dari panggung lapangan hingga acara formal, PADUS ASN menunjukkan bahwa harmoni bisa lahir dari manapun, bahkan dari ruang-ruang birokrasi yang kerap dianggap kaku.
Ruang untuk Saling Mengenal dan Menghargai
Di balik suara yang berpadu, ada nilai-nilai yang tumbuh: kedisiplinan, kerjasama, dan penghargaan satu sama lain. Semakin banyak ASN yang bergabung, semakin terbuka pula ruang perjumpaan antar-OPD. Mereka yang sebelumnya hanya mengenal nama atau bertemu lewat disposisi surat, kini duduk berdampingan, menyatukan suara.
Pembina PADUS ASN, Sekda Flores Timur, menyebut kehadiran paduan suara ini sebagai “ikhtiar membangun mentalitas ASN yang sehat, kreatif, dan lebih kompak.”
Lebih dari Sekadar Bernyanyi
PADUS ASN FLOTIM adalah contoh bagaimana minat seni bisa menjadi energi positif bagi birokrasi. Dari 115 suara yang bergabung, lahirlah sesuatu yang jauh lebih besar dari lagu yang mereka nyanyikan: persaudaraan, disiplin, dan rasa bangga melayani Flores Timur.
Dan dari Aula Setda yang sederhana itu, harmoni kecil para ASN kini telah bergema ke banyak panggung, membawa pesan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal administrasi—tetapi juga tentang perasaan saling terhubung sebagai manusia.
PADUS ASN FLOTIM terus tumbuh. Dan setiap nada yang mereka lantunkan adalah jejak kecil tentang bagaimana sebuah daerah merawat harmoni, mulai dari para pelayannya sendiri. (adabnewsteam).




Berita Terkait
Koperasi Merah Putih Untuk Dukung Kemajuan UMKM Desa Meluwiting
KPOTI NTT Tegaskan Legalitas Organisasi, KPOTI Kota Kupang Fokus Jaga Identitas Budaya
Sandar Perdana, Nahkoda dan 44 Awak KM Lawit Disambut Hangat Pemda Lembata
Konsultasi Publik Renkon Kekeringan Lembata 2026–2028 Digelar, Libatkan BNPB hingga WFP
APA ITU LOGIKA MATEMATIKA DAN KENAPA PENTING BUAT POLA PIKIR? 🧠➕❓
Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal Perlindungan Anak: Ikhtiar Plan Indonesia Bersama Tokoh Adat Lembata
Waspada Bencana Hidrometrologi! NTT Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem 8–14 Desember 2025