Lewoleba — PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan ramah, seiring mulai diliriknya potensi daerah oleh investor. Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, menyebutkan dalam waktu dekat sejumlah investor akan datang untuk menjajaki peluang usaha di sektor kelautan, energi, dan pariwisata.
Hal itu disampaikan Wabup Lembata, Muhamad Nasir saat diwawancarai media ini, Rabu (14/1/2026). Ia mengungkapkan, Bupati Lembata telah menyampaikan rencana kedatangan investor pada akhir Januari 2026.
“Ada investor yang akan datang. Potensinya untuk pengembangan jobber untuk rantai plasma penyediaan BBM bagi nelayan. Selain itu, mereka juga berencana membangun resort sebagai bagian dari sentuhan modernitas di sektor pariwisata,” ujar Wabup.
Menurut Wabup, saat ini pemerintah daerah telah membuka ruang selebar-lebarnya bagi investor. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan data yang valid dan berbasis kajian ilmiah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Secara geografis, Lembata memiliki potensi luar biasa dengan wilayah daratan sekitar satu juta kilometer persegi dan wilayah laut yang sangat luas. Namun, ketika investor menanyakan data potensi ikan, terutama komoditas unggulan seperti tuna, pemerintah daerah menghadapi keterbatasan.
“Data perikanan hari ini tidak duduk baik. Ada kewenangan yang dialihkan ke pusat, sehingga data produksi ikan, termasuk tuna, tidak sepenuhnya kita miliki. Akhirnya kita hanya bicara soal keyakinan, bukan angka ilmiah,” jelasnya.
Wabup menegaskan, investor membutuhkan kepastian melalui kajian akademik dan data terukur. Karena itu, Pemkab Lembata menilai pentingnya membangun satu persepsi dan satu langkah bersama seluruh pemangku kepentingan agar iklim investasi benar-benar kondusif.
Ia juga menyoroti pentingnya sikap dan penerimaan masyarakat terhadap investasi. Selain itu, kejelasan hasil tangkapan nelayan menjadi faktor penting agar investasi di sektor kelautan dan perikanan bisa berkelanjutan dan saling menguntungkan.
“Investor datang dan pergi. Yang harus kita kaji adalah mengapa ada investor yang kembali. Jawabannya adalah iklim investasi. Lingkungan harus sehat, tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan, apalagi soal permintaan upeti,” tegas Wabup.
Ia memastikan bahwa dirinya bersama Bupati Lembata berkomitmen menjaga pemerintahan yang bersih.
“Saya yakin, saya dan Bupati tidak akan pernah meminta upeti kepada investor,” katanya.
Wabup juga menyinggung dana bagi hasil dari sektor perikanan yang saat ini diterima daerah, termasuk dari komoditas mutiara, yang nilainya sekitar Rp2 miliar. Menurutnya, sektor ini harus dikelola dengan baik karena menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
“Semua sektor ini kalau tidak kita kelola dengan baik, kita terus tertinggal. Karena itu investasi harus kita dorong, tapi dengan tata kelola yang benar,” ujarnya.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Pemkab Lembata optimistis investasi akan tumbuh jika didukung data yang kuat, kebijakan yang jelas, serta iklim usaha yang aman, bersih, dan berpihak pada kepentingan masyarakat lokal. (adabnewsteam).




Berita Terkait
Yustina Hekur: Dari Stigma ke Harapan — Perjuangan Ketua Kelompok Dukungan Sebaya Melawan HIV dan Diskriminasi
Pemda Lembata Pastikan Distribusi BBM Aman Terkendali, Warga Diimbau Tenang
Cuaca Ekstrem Landa Lembata, Sejumlah Fasilitas Umum dan Rumah Warga Rusak, Wabup Turun Lapangan
Bupati Lembata Surati Gubernur NTT Fasilitasi ASDP Pasca Benturan Kapal di Pelabuhan Waijarang
Investor Mulai Lirik Jober, Sektor Perikanan dan Tambak Garam di Lembata
Bantuan Mesin Jahit Diduga Tak Tepat Sasaran, Peserta Pelatihan Kecewa
Pelantikan Pengurus Jaringan Muro Kabupaten Lembata, Kolaborasi Konservasi Laut Berbasis Adat dengan Peran Sentral Kaum Muda
Spekulan BBM di Lewoleba Mulai Beraksi, Pertalite Dijual hingga Rp35 Ribu per Setengah Botol
Persebata Lembata Hadapi Gresik United, Kick-off Pukul 19.00 WIB di Lapangan Thor
Talud SD Terancam Ambruk, Pemkab Lembata Segera Perbaiki Dengan Dana BTT