LEWOLEBA — Program pelatihan keterampilan yang seharusnya menjadi jalan peningkatan ekonomi masyarakat justru menyisakan kekecewaan.
Sejumlah peserta pelatihan menjahit dan tata rias di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan penyaluran bantuan sarana berupa mesin jahit dan mesin obras yang diduga tidak sesuai kriteria dan tidak tepat sasaran.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, bantuan tersebut sejatinya diperuntukkan bagi peserta pelatihan lanjutan1 yang telah mengikuti seluruh tahapan kegiatan.
Namun, beberapa peserta lanjutan itu mengaku tidak menerima bantuan meski memenuhi syarat, sementara bantuan justru diduga diberikan kepada pihak lain yang tidak masuk dalam kriteria peserta.
“Peserta sangat kecewa. Kami ikut pelatihan, tapi bantuan tidak kami terima. Peruntukannya tidak sesuai,” ungkap salah satu peserta kepada media ini.
Yang lebih mengkhawatirkan, muncul pengakuan bahwa dari internal dinas sendiri disebutkan adanya unsur politik dalam proses pembagian bantuan.
Informasi ini memunculkan dugaan bahwa mekanisme distribusi tidak sepenuhnya berbasis kebutuhan dan kelayakan peserta.
Kejanggalan Data Pelatihan Tatarias
Temuan lain muncul pada pelatihan tata rias (tatarias). Data resmi menyebutkan jumlah peserta sebanyak 39 orang, namun daftar hadir mencantumkan 40 nama. Satu nama tambahan tersebut diduga merupakan keluarga seorang anggota DPRD yang ikut dalam pelatihan.
“Pesertanya 39 orang, tapi daftar hadir 40. Ada keluarga dewan ikut pelatihan,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, Roli Betekeneng dikonfirmasi media ini, Sabtu (20/12/2025) membantah seluruh tudingan tersebut.
Menurut Betekeneng, pembagian mesin jahit dan mesin obras sudah sesuai kriteria yang ditetapkan.
"Sudah sesuai. Tidak benar itu. Kami sudah lakukan pembagian sesuai dengan kriteria," ujar Kadis Nakertrans, Roli Betekeneng kepada media ini, melalui pesan whats up.
Kadis Nekertrans mengaku sedang bertugas ke luar daerah.
Kadis Nakertrans juga membantah informasi adanya titipan anggota DPRD dalam kepesertaan pelatihan menjahit.
"Tidak ada. Tidak ada anak anggota DPRD yang dorang titip di kita," tulis Betekeneng dalam pesan singkatnya kepada media ini. (adabnewsteam).




Berita Terkait
Investor Mulai Lirik Potensi Daerah, Lembata Butuh Iklim Ramah Investasi
Ketika Seragam Polisi Menyatu Di Barisan Koor Natal
Spekulan BBM di Lewoleba Mulai Beraksi, Pertalite Dijual hingga Rp35 Ribu per Setengah Botol
Pemda Lembata Pastikan Distribusi BBM Aman Terkendali, Warga Diimbau Tenang
Yustina Hekur: Dari Stigma ke Harapan — Perjuangan Ketua Kelompok Dukungan Sebaya Melawan HIV dan Diskriminasi
Talud SD Terancam Ambruk, Pemkab Lembata Segera Perbaiki Dengan Dana BTT
Status Siaga, Frekuensi Letusan Ili Lewotolok Cenderung Menurun namun Pagi Ini Meletus Lagi
Dua Kakatua Jambul Kuning Dikembalikan ke Habitatnya di Atakowa-Lembata
Sekretaris Dinas Pendidikan Lembata: Anak Aman Di Sekolah Wujud Investasi Terbesar Bagi Masa Depan Lembata
Persebata Lembata Hadapi Gresik United, Kick-off Pukul 19.00 WIB di Lapangan Thor