Bantuan Mesin Jahit Diduga Tak Tepat Sasaran, Peserta Pelatihan Kecewa

photo author
- Sabtu, 20 Desember 2025
Bantuan Mesin Jahit Diduga Tak Tepat Sasaran, Peserta Pelatihan Kecewa
Ilustrasi Menjahit
Dapatkan full source code Asli

LEWOLEBA — Program pelatihan keterampilan yang seharusnya menjadi jalan peningkatan ekonomi masyarakat justru menyisakan kekecewaan.

Sejumlah peserta pelatihan menjahit dan tata rias di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan penyaluran bantuan sarana berupa mesin jahit dan mesin obras yang diduga tidak sesuai kriteria dan tidak tepat sasaran.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, bantuan tersebut sejatinya diperuntukkan bagi peserta pelatihan lanjutan1 yang telah mengikuti seluruh tahapan kegiatan.

Namun, beberapa peserta lanjutan itu mengaku tidak menerima bantuan meski memenuhi syarat, sementara bantuan justru diduga diberikan kepada pihak lain yang tidak masuk dalam kriteria peserta.

“Peserta sangat kecewa. Kami ikut pelatihan, tapi bantuan tidak kami terima. Peruntukannya tidak sesuai,” ungkap salah satu peserta kepada media ini.

Yang lebih mengkhawatirkan, muncul pengakuan bahwa dari internal dinas sendiri disebutkan adanya unsur politik dalam proses pembagian bantuan.

Informasi ini memunculkan dugaan bahwa mekanisme distribusi tidak sepenuhnya berbasis kebutuhan dan kelayakan peserta.

Kejanggalan Data Pelatihan Tatarias

Temuan lain muncul pada pelatihan tata rias (tatarias). Data resmi menyebutkan jumlah peserta sebanyak 39 orang, namun daftar hadir mencantumkan 40 nama. Satu nama tambahan tersebut diduga merupakan keluarga seorang anggota DPRD yang ikut dalam pelatihan.

“Pesertanya 39 orang, tapi daftar hadir 40. Ada keluarga dewan ikut pelatihan,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, Roli Betekeneng dikonfirmasi media ini, Sabtu (20/12/2025) membantah seluruh tudingan tersebut. 

Menurut Betekeneng, pembagian mesin jahit dan mesin obras sudah sesuai kriteria yang ditetapkan.

"Sudah sesuai. Tidak benar itu. Kami sudah lakukan pembagian sesuai dengan kriteria," ujar Kadis Nakertrans, Roli Betekeneng kepada media ini, melalui pesan whats up.

Kadis Nekertrans mengaku sedang bertugas ke luar daerah.

Kadis Nakertrans juga membantah informasi adanya titipan anggota DPRD dalam kepesertaan pelatihan menjahit.

"Tidak ada. Tidak ada anak anggota DPRD yang dorang titip di kita," tulis Betekeneng dalam pesan singkatnya kepada media ini. (adabnewsteam). 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Terkini

X
Dapatkan Full Source Code - CMS DATAGOE