Surabaya — PELATIH Persebata Lembata, Edward Togo, menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak adil terhadap tim asuhannya sepanjang gelaran Liga 3 Nusantara 2025/2026, terutama memasuki putaran ketiga kompetisi.
Menurut Edward, pemain Persebata kerap mendapat kartu dengan sangat mudah, sementara wasit dinilai jauh lebih longgar terhadap pelanggaran yang dilakukan tim lawan.
“Wasit sangat ringan tangan memberikan kartu ke pemain Persebata. Sebaliknya, berat sekali memberikan kartu kepada tim lawan, apalagi memasuki putaran ketiga,” ujar Edward.
Sorotan ini disampaikan jelang laga krusial antara Persebata Lembata kontra Gresik United FC pada Rabu (21/1/2026) pukul 20.00 WITA di Stadion THOR Surabaya, yang akan menentukan nasib Laskar Sembur Paus di Liga 3 Nusantara musim depan.
Momentum Positif
Persebata datang ke laga hidup-mati ini dengan modal positif usai menumbangkan Persekabpas Pasuruan dengan skor 1-0 pada Matchday III Putaran III Grup D, Sabtu (17/1/2026) malam.
Kemenangan atas pemuncak klasemen sementara tersebut menjaga asa Denys Making dan kolega untuk tetap bertahan di kasta Liga 3.
Saat ini, Persebata mengoleksi 18 poin dan berada di peringkat keempat klasemen sementara Grup D. Mereka unggul dua poin atas Gresik United FC (16 poin) di posisi kelima, dan berjarak tujuh poin dari Waanal Brothers FC (11 poin) di peringkat keenam.
Sesuai regulasi, peringkat 1 dan 2 grup lolos ke babak 8 Besar, sementara peringkat 3 dan 4 otomatis bertahan di Liga 3 Nusantara musim depan.
Adapun peringkat 5 harus menjalani play off degradasi bersama tiga tim lain dari Grup A, B, dan C untuk memperebutkan dua tiket tersisa ke Liga 3 Nusantara 2026/2027.
Dengan kondisi tersebut, duel Persebata kontra Gresik United menjadi sangat menentukan. Jika menang, Persebata langsung mengamankan satu tempat di Liga 3 musim depan. Namun jika kalah atau imbang, Persebata masih harus menang pada laga terakhir Matchday V melawan Waanal Brothers, Minggu (25/1/2026).
Target Aman di Posisi Empat
Edward Togo menegaskan target realistis Persebata adalah bertahan di Liga 3 Nusantara, mengingat tekanan berat baik secara teknis maupun non-teknis yang dihadapi tim.
“Kita harus aman di posisi empat. Kalau kita kalah, pasti tim ini turun,” tegasnya.
Ia mengakui, keterbatasan finansial menjadi tantangan besar bagi skuad Laskar Sembur Paus. Namun, ia menekankan bahwa semangat juang dan kepatuhan terhadap instruksi pelatih menjadi modal utama tim.
“Kita ini hanya modal semangat. Kalau tidak mau ikut instruksi dan berjuang mati-matian demi nama Lembata dan NTT, pasti kita kembali ke Liga 4,” katanya.
Edward juga menilai peluang Persebata finis di posisi dua sangat kecil, karena masih bergantung pada hasil tim lain. Oleh sebab itu, ia meminta pemain fokus mengamankan posisi tiga atau empat dengan memenangkan dua laga sisa.
Harapan untuk Wasit
Di tengah tensi tinggi persaingan, Edward berharap kepemimpinan wasit pada dua laga terakhir dapat berlangsung adil dan profesional.
“Liga 3 ini, apalagi di putaran kedua dan ketiga, sudah seperti putaran setan. Segala cara dipakai untuk cari aman. Tapi wasit harus adil, jangan ada perlakuan berbeda,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai pelatih, dirinya juga memahami aturan permainan, sehingga berharap keputusan wasit di lapangan benar-benar mencerminkan fair play demi menjaga kualitas dan sportivitas kompetisi. (adabnewsteam).




Berita Terkait
7000 Bibit Mangrove untuk Desa Padak Guar: PLN UIP Nusra Teguhkan Komitmen Jaga Lingkungan Ring 1 PLTU Sambelia
Implementasi ESG Berkelanjutan, PLN UIP Nusra Sabet Dua Penghargaan Platinum di Indonesia Green Awards 2026
Plan Indonesia Gelar Bazar Pendidikan di 79 Desa Dampingan Lembata
Forum Peduli Persebata Buka Donasi, Hari Ketiga Dana Masuk Capai Rp17,9 Juta untuk Kebutuhan Mendesak Tim
Forum Peduli Persebata Laporkan Pengumpulan Donasi, Total Terkumpul Rp25,9 Juta
Kiper Utama Absen, Persebata Tetap Optimistis Hadapi Gresik United
Karhutla Tak Tertangani, FPRB Lembata Serukan Damkar Jadi OPD
Kajari Lembata Soroti Dominasi Kasus Lakalantas dan Persetubuhan Anak Sepanjang 2025
Jelang Natal, Ribuan Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Lewoleba
PLN UIP Nusra Berdayakan Perempuan Pesisir Lifuleo Melalui Program Desa Eco-Bahari